KanalNasional.com | TAPANULI SELATAN — Kepedulian terhadap pemulihan kehidupan warga terdampak banjir bandang kembali ditunjukkan oleh Alumni Tujuh Angkatan Delapan Lima (ALTU 85) bersama Sevenist Club. Melalui Tim Relawan Sevenist We Care, bantuan material untuk perbaikan jaringan pipa air bersih disalurkan ke Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (18/12/2025).
Bantuan tersebut berawal dari inisiatif Bang Gobel dan Bang Giman yang menghubungi relawan Sevenist We Care, yang terdiri dari rekan-rekan Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta. Sebelumnya, Sevenist Club juga telah mengirimkan bantuan obat-obatan untuk warga desa yang terdampak bencana.
Perwakilan ALTU 85 dan Sevenist Club, Mawardi Hasibuan, mengatakan bahwa bantuan kali ini difokuskan untuk mendukung pemulihan akses air bersih yang rusak akibat banjir bandang. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi agar aktivitas dan kehidupan warga dapat kembali normal.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Dengan terpenuhinya akses air bersih, proses pemulihan pascabencana akan berjalan lebih cepat,” ujar Hasibuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan material tersebut disalurkan melalui Posko Kemanusiaan SARMMI yang berada di Desa Aek Ngadol. Posko ini dikelola oleh relawan lintas organisasi, antara lain Sapta Pala, Mapala UMY, Mapala Stacia UMJ, Himadikum UMRI, dan Kompel UMTS.
Selanjutnya, bantuan diserahkan kepada dua tokoh masyarakat setempat, yakni Mara Agian Siagian dan Deindra Hutagalung. Keduanya merupakan perancang jalur pipa sekaligus pengatur sistem kerja perbaikan jaringan air bersih di desa tersebut. Proses pengerjaan melibatkan pemuda desa dengan pendampingan para relawan Posko SARMMI.
Mara Agian Siagian mengapresiasi bantuan yang dinilainya sangat tepat sasaran. Hingga kini, warga Desa Aek Ngadol masih mengalami krisis air bersih dan mengandalkan droping air menggunakan mobil tangki yang tidak datang setiap hari.
“Jika jaringan pipa ini kembali berfungsi, warga tidak lagi kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Deindra Hutagalung menambahkan bahwa bantuan dari ALTU 85 dan Sevenist Club sangat membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat desa.
“Desa kami sebelumnya tidak pernah kekurangan air, bahkan saat musim kemarau. Dengan pulihnya jaringan pipa air bersih, kehidupan warga akan berangsur-angsur kembali normal,” katanya.














