KanalNasional.com | Kampung Salabentar RT 12 RW 03 Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor kini menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar dari salah satu pengembang besar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Lewat jalur jalan baru lingkar luar BRIN, puluhan truk pengangkut sampah dengan penutup terpal diatasnya, mengangkut sampah-sampah plastik dari sebuah lokasi tanah galian milik pengembang swasta tersebut menuju tempat pembuangan sampah di Kampung Salabentar Desa Jampang Kecamatan Gunung Sindur.
Pantauan KanalNasional.com, lokasi TPA yang ada di Kampung Salabentar, Desa Jampang pada Jumat 16 Agustus 2024 kondisi tanahnya sangat curam. Ratusan kubik sampah yang ditumpahkan di tempat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait aktivitas pembuangan sampah di wilayahnya, Basur, selaku Ketua RW 03 mengungkapkan kerjasama yang berlangsung antara pihaknya dengan pengembang swasta di Tangsel dalam pembuangan sampah itu sudah berlangsung sejak pertengahan Juli 2024 lalu.
“Ini sampah dari pihak swasta di Tangsel yaitu Developer Serpong Jaya. Kebetulan tanah sekira dua hektar yang akan mereka bangun perumahan, ketika dilakukan perataan ternyata isinya timbunan sampah yang sudah puluhan tahun. Mau tidak mau mereka harus mengeruknya. Kemudian mencari tempat pembuangan yang bisa menampung sampah-sampah tersebut,” ujar Basur.
Basur juga menambahkan bahwa, setiap hari ada sekira 70 armada truk pengangkut sampah yang datang ke lokasi TPA. Truk-truk itu pun bisa mengangkut sampah hingga 5 rit perharinya.
“Sampah-sampah ini tidak bau karena memang sudah lama tertimbun. Pembuangan ke tempat ini juga banyak manfaatnya. Tanah yang ada awalnya jurang dalam, nantinya bisa rata kembali,” jelasnya.
Menurut Basur, aktivitas kegiatan pengangkutan sampah setiap hari diwilayahnya berjalan kondusif karena ia juga telah menempuh koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah Desa Jampang dan Camat Gunung Sindur.
Terpisah, diminta tanggapan terhadap aktivitas pembuangan sampah yang ada di Desa Jampang, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Sindur, Endang Sutisna menjelaskan bahwa dirinya tidak banyak mengetahui akan kegiatan tersebut.
“Saya udah tanyakan ke beberapa tokoh. Benar emang ada tempat pembuangan sampah di Desa Jampang. Tempat itu dulunya bekas tanah galian,” kata Endang.
Kondusifnya aktivitas pembuangan sampah sambung Endang, kemungkinan tidak lepas dari pengkondisian semua pihak.
“Kalau sudah menyangkut urusan perut emang sulit. Yah, yang penting kondusif dan koordinasinya berjalan lancar. Tapi jangan lupa, harus juga dikoordinasikan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, sehingga bisa dilakukan kajian terkait dampak lingkungan yang akan timbul dari adanya timbunan sampah disana,” pungkas Endang. (mln)
















