KanalNasional.com | Perubahan cuaca menjelang akhir tahun membuat hasil pertanian kurang baik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan pokok cabai yang terjadi di pasaran dipengaruhi cuaca ekstrem yang melanda daerah asal pertanian cabai.
“Kenapa pangan cabai itu sekarang mahal, karena kita mendapat kiriman komoditi cabai dari luar daerah berkurang. Banyak petani gagal panen yang disebabkan oleh iklim sekarang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang, Senin(13/11).
Dia mengungkapkan, harga cabai rawit beberapa pekan terakhir di pasaran mengalami peningkatan diakibatkan kekurangan stok karena cuaca ekstrem yang melanda daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun jenis cabai yang mengalami kenaikan akibat cuaca buruk itu diantaranya seperti cabai merah keriting, dan cabe rawit merah.
“Dan memang selama ini kita (Kabupaten Tangerang) mengandalkan cabai dari luar daerah. Kalau dari kita tidak ada. Kebanyakan kita ambil dari Jawa Tengah,” ujarnya.
Dengan adanya kenaikan harga, pemerintah setempat langsung melakukan operasi pasar dan membuat harga cabai mengalami penurunan.
Harga cabai di pasaran saat ini dari harga Rp86.667/kg turun menjadi Rp85.833/kg, atau sebesar 116, 67 persen menjadi 114,58 persen dengan harga acuan Bapanas Rp40.000/kg.
Kendati demikian, dalam upaya menekan kenaikan harga tersebut, Disperindag Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan pangan.
“Tentunya kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini. Tetapi kita dalam hal ini tidak bisa intervensi harga, kecuali beras,” pungkas Arief.
















