Cuaca Mulai Bergeser ke Musim Hujan, Harga Cabai di Tangerang Naik

Senin, 13 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Perubahan cuaca menjelang akhir tahun membuat hasil pertanian kurang baik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan pokok cabai yang terjadi di pasaran dipengaruhi cuaca ekstrem yang melanda daerah asal pertanian cabai.

“Kenapa pangan cabai itu sekarang mahal, karena kita mendapat kiriman komoditi cabai dari luar daerah berkurang. Banyak petani gagal panen yang disebabkan oleh iklim sekarang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang, Senin(13/11).

Dia mengungkapkan, harga cabai rawit beberapa pekan terakhir di pasaran mengalami peningkatan diakibatkan kekurangan stok karena cuaca ekstrem yang melanda daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun jenis cabai yang mengalami kenaikan akibat cuaca buruk itu diantaranya seperti cabai merah keriting, dan cabe rawit merah.

“Dan memang selama ini kita (Kabupaten Tangerang) mengandalkan cabai dari luar daerah. Kalau dari kita tidak ada. Kebanyakan kita ambil dari Jawa Tengah,” ujarnya.

Dengan adanya kenaikan harga, pemerintah setempat langsung melakukan operasi pasar dan membuat harga cabai mengalami penurunan.

Harga cabai di pasaran saat ini dari harga Rp86.667/kg turun menjadi Rp85.833/kg, atau sebesar 116, 67 persen menjadi 114,58 persen dengan harga acuan Bapanas Rp40.000/kg.

Kendati demikian, dalam upaya menekan kenaikan harga tersebut, Disperindag Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan pangan.

“Tentunya kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini. Tetapi kita dalam hal ini tidak bisa intervensi harga, kecuali beras,” pungkas Arief.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ahli Waris Kong Sarun vs Pengembang, Sengketa Lahan di Perigi Memanas di Meja Mediasi
Dikbud dan IPSI Tangsel Tandatangani Kerja Sama Lestarikan Pencak Silat di Sekolah
Sosialisasi Program MBG, DPR RI Tekankan Penguatan Pengawasan dan Kolaborasi
Miliki Ribuan Santri, Pesantren Online Pondok Sehat Malomo Hampir Dua Tahun Berjalan
Pondok Sehat Malomo Pimpinan Ustad Aris Alwi Berbagi, Wujud Kepedulian Jelang Idul Fitri
Dikbud Tangsel dan IPSI Kota Tangsel Bersinergi Lestarikan Pencak Silat di Sekolah
Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Kolaborasi PT ISTW dan YDBM Gelar Santunan untuk yatim dan warga yang Membutuhkan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:26 WIB

Ahli Waris Kong Sarun vs Pengembang, Sengketa Lahan di Perigi Memanas di Meja Mediasi

Kamis, 9 April 2026 - 09:19 WIB

Dikbud dan IPSI Tangsel Tandatangani Kerja Sama Lestarikan Pencak Silat di Sekolah

Jumat, 3 April 2026 - 17:15 WIB

Sosialisasi Program MBG, DPR RI Tekankan Penguatan Pengawasan dan Kolaborasi

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

Pondok Sehat Malomo Pimpinan Ustad Aris Alwi Berbagi, Wujud Kepedulian Jelang Idul Fitri

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:49 WIB

Dikbud Tangsel dan IPSI Kota Tangsel Bersinergi Lestarikan Pencak Silat di Sekolah

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Lewat Program MBG Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:24 WIB