KanalNasional.com | Jakarta, 19 Juni 2025 – Sorak kagum dan air mata haru menyelimuti suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 SLB Negeri 12 Jakarta. Di tengah riuh rendah panggung sederhana di halaman sekolah, puluhan siswa berkebutuhan khusus tampil penuh percaya diri membawakan tari tradisional, drama, puisi, hingga kisah inspiratif. Keterbatasan fisik dan mental tak menyurutkan semangat mereka untuk menunjukkan bahwa mereka juga mampu, bahkan luar biasa.
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa. Dalam momen istimewa ini, sekolah juga memamerkan proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) yang telah dipersiapkan sejak April tahun lalu, dengan tema lingkungan hidup sebagai fokus utama. Yang lebih membanggakan, semua karya dan pertunjukan digarap dan dibawakan langsung oleh para siswa dengan dukungan penuh dari para guru.
Salah satu tamu undangan, Ketua RW 005 di Kelurahan Srengseng Sawah Bapak Suteja, tak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat kemampuan anak-anak tampil di panggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya merinding melihat kemampuan dan kebolehan mereka. Mereka anak-anak disabilitas, tapi guru-gurunya luar biasa, begitu sabar dan penuh semangat membimbing mereka. Ini bukan hanya menarik, tapi sungguh menyentuh dan memberi motivasi besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini harus lebih banyak disaksikan masyarakat luas agar stigma terhadap anak-anak berkebutuhan khusus perlahan sirna.
Di balik suksesnya acara ini, ada sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan pendidikan inklusif: Ibu Andriastuti, Kepala SLB Negeri 12 Jakarta. Dalam wawancara khusus dengan KanalNasional.com, beliau menjelaskan bahwa sekolahnya melayani tiga kelompok utama: anak-anak dengan IQ di bawah rata-rata, autisme, serta tunarungu wicara.
“Kami punya prinsip, di sini kami melayani yang tak terlayani. Sekolah ini diperuntukkan bagi keluarga yang kurang mampu. Jadi kalau ada yang mampu, kami sarankan ke sekolah swasta saja. Kami ingin semua anak, tak peduli latar belakangnya, punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” tuturnya.
Namun, perjalanan tidak mudah. Fasilitas masih jauh dari memadai. Sekolah belum memiliki anggaran untuk alat bantu dengar yang sangat vital bagi siswa tunarungu. Transportasi juga menjadi tantangan besar karena minimnya dukungan biaya operasional.
Meski begitu, SLB Negeri 12 terus membangun jaringan kerja sama dengan berbagai industri dan Yayasan salah satunya Dharma Bangsa Mandiri yang sudah mensupport Alat Bantu Dengar untuk anak-anak .
Anak-anak bahkan sudah mengikuti magang di hotel hingga pelatihan desain grafis bersama PT Traktor Indonesia. Baru-baru ini, salah satu siswa berhasil meraih peringkat dua dalam pelatihan kerja yang diadakan oleh perusahaan milik Sandiaga Uno, dengan peluang penempatan kerja di kantor Kemang.
“Kami ingin anak-anak bisa mandiri sesuai kapasitasnya. Ada yang bisa bekerja dan mandiri secara finansial, ada yang hanya bisa mandiri untuk dirinya sendiri. Semua itu kami hargai,” jelas Ibu Andri.
Selain itu, bidang olahraga juga menjadi fokus pengembangan karena mayoritas siswa menunjukkan bakat luar biasa di sana. Saat ini, 30 siswa bahkan sudah menerima beasiswa pembinaan olahraga dari pemerintah.
Perayaan ulang tahun kali ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tapi tentang membuka peluang dan menumbuhkan harapan. Anak-anak berkebutuhan khusus bukan hanya objek belas kasihan, tapi subjek yang bisa berkarya, berdaya, dan menginspirasi.
Melalui kerja keras guru, dukungan orang tua, dan kepedulian masyarakat, SLB Negeri 12 Jakarta terus melangkah maju. Mimpi mereka sederhana: agar setiap anak bisa tumbuh optimal dan menjadi bagian dari masyarakat, apa pun kondisinya.
“Yang kami butuhkan bukan hanya dana, tapi kesempatan. Karena dari kesempatan itu, kami bisa menanam harapan,” pungkas Ibu Andri. (YM)
















