BTC Rally di Tengah Penguatan Dolar, Apakah Investor Perlu Waspada?

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dengan berhasil naik mendekati level US$ 86.000 pada perdagangan Senin, setelah sempat jatuh ke titik terendah US$ 80.600 pada Jumat lalu—level terendah sejak April. Rebound ini terjadi di tengah kondisi makro yang cukup menantang, khususnya karena U.S. Dollar Index (DXY) masih berada kokoh di atas angka 100 dan mendekati level tertinggi enam bulan. Biasanya, penguatan dolar memberikan tekanan besar pada aset berisiko seperti kripto, sehingga kenaikan BTC di kondisi seperti ini memicu pertanyaan mengenai kekuatan fundamental dari reli tersebut.

Penguatan dolar sebagian besar dipicu oleh rilis data nonfarm payroll (NFP) terbaru Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sebanyak 119.000 pekerjaan berhasil ditambahkan dalam periode pelaporan, jauh di atas perkiraan konsensus yang hanya sekitar 53.000. Lonjakan NFP ini meningkatkan keyakinan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS, namun sekaligus menciptakan ketidakpastian terkait arah kebijakan Federal Reserve. Peluang pemangkasan suku bunga di bulan Desember masih menjadi perdebatan, karena data ekonomi yang lebih kuat biasanya membuat The Fed enggan melonggarkan kebijakan terlalu cepat.

Di tengah pergerakan makro tersebut, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed untuk Desember sempat tercatat meningkat, namun tetap bergantung pada data lanjutan dalam beberapa minggu ke depan. Situasi ini menciptakan volatilitas tambahan bagi Bitcoin, karena kebijakan suku bunga memiliki pengaruh langsung terhadap minat investor terhadap aset berisiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada sisi teknikal, rebound Bitcoin ini mendapat sorotan dari analis, termasuk Tony Severino, yang menilai bahwa penguatan BTC mungkin bersifat “deceptive strength” atau kekuatan yang menyesatkan. Menurut analisisnya, pergerakan BTC terhadap dolar bisa saja mencerminkan pelemahan dolar, bukan kekuatan sejati dari Bitcoin itu sendiri. Ia membandingkan rasio BTC terhadap emas (BTC/gold) dan menemukan bahwa secara struktural Bitcoin masih underperform dibandingkan emas. Artinya, ketika diukur dengan aset safe haven lain, Bitcoin belum menunjukkan kekuatan mendasar yang cukup solid untuk mendukung reli jangka panjang. Dengan kata lain, kenaikan harga dalam USD bisa saja menutupi kelemahan fundamental Bitcoin di pasar global.

Dengan berbagai dinamika tersebut, banyak analis menilai bahwa meski Bitcoin berhasil merebut kembali posisi di atas US$ 86.000, reli ini masih tergolong rapuh dan berpotensi bersifat sementara. Investor disarankan lebih berhati-hati sebelum menyimpulkan bahwa pemulihan ini adalah awal dari bull run yang lebih besar. Ketidakpastian makro, penguatan dolar, serta sinyal teknikal yang belum solid menjadi faktor-faktor yang perlu diawasi dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi para investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, dolar, maupun aset global lainnya, aplikasi Nanovest dapat menjadi pilihan terbaik. Melalui Nanovest, kamu bisa memantau pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital secara real-time dalam satu aplikasi yang aman dan mudah digunakan. Bagi pemula, tidak perlu khawatir karena hanya di Nanovest kamu mendapatkan proteksi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas—sebuah fitur keamanan ekstra yang sangat jarang dimiliki platform investasi lain.

Sebagai platform yang telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh OJK, Nanovest menawarkan rasa aman dan kredibilitas bagi para investor di Indonesia. Kamu juga bisa mengeksplor berbagai koin kripto lain, memulai investasi dengan mudah, dan menikmati pengalaman bertransaksi yang cepat serta transparan. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi www.nanovest.io. Aplikasinya sendiri tersedia di Play Store dan App Store, sehingga kamu dapat mulai berinvestasi kapan pun dan di mana pun.

Dengan kondisi pasar yang dinamis seperti sekarang, menggunakan platform yang tepat dapat membantu investor mengambil keputusan lebih cerdas dan tepat waktu. Nanovest hadir sebagai solusi bagi mereka yang ingin tetap terhubung dengan pasar global sekaligus menjaga keamanan aset digital mereka.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur
Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025
Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:07 WIB

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:44 WIB

DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:47 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:41 WIB

Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:39 WIB

Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Lewat Program MBG Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:24 WIB