Kemendikbud Diminta Sosialisasikan Pendidikan Pancasila Menggantikan PPKN

Rabu, 3 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Mengenai perubahan mata pelajaran PPKN ke Pendidikan Pancasila. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk melakukan sosialisasi masif.

Sebab, menurut Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti, saat ini masih banyak sekolah yang belum tahu aturan yang mengharuskan mengubah mata pelajaran PPKN menjadi Pendidikan Pancasila.

“Kemendikbudristek bekerjasama dengan BPIP melakukan sosialisasi secara masif ke guru atau sekolah, dinas-dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau kota terkait perubahan mata Pelajaran PPKN ke Pendidikan Pancasila,” kata Retno melalui keterangan tertulis, Minggu (31/12/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, FSGI juga mendorong Kemendikbud Ristek memastikan penyediaan buku Pendidikan Pancasila tidak hanya dalam bentuk soft copy.

Menurut Retno, buku tersebut juga harus tersedia dalam bentuk hard copy atau cetak sehingga pengadaannya di perpustakaan sekolah dapat segera tersedia.

“Untuk efektifnya proses pembelajaran mata Pelajaran Pendidikan Pancasila,” ujarnya.

Retno mengatakan, sampai saat ini masih banyak sekolah negeri yang belum mengetahui perubahan mata pelajaran PPKN menjadi Pendidikan Pancasila.

Padahal, kata Retno, perubahan tersebut sudah tertuang pada Keputusan Mendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

“Meski telah ditetapkan secara resmi sebagai mata pelajaran Pendidikan Pancasila, namun pada realitanya di lapangan, masih banyak sekolah dan dinas pendidikan yang belum tahu dan paham perubahan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Retno, buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila juga sampai saat ini masih belum beredar di masyarakat.

Buku tersebut padahal sudah dibuat oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan sudah dicetak.

“Namun faktanya belum ada buku teks utama Pendidikan Pancasila yang sudah dicetak dan diperjual belikan, yang ada baru dalam bentuk softcopy,” ucap dia.

Berita Terkait

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029
Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume
Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta
HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran
Abu Erupsi Anak Krakatau Menyebar! Jakarta hingga Bengkulu Terdampak, Penerbangan Mulai Terganggu
Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong
Bukan Pidato, Tapi Sapa: Anton Sukartono Bukti Demokrat Hadir di Tengah Rakyat
Camat Ciseeng Tinjau Revitalisasi SMPN 2, Tiga Ruang Kelas Baru Segera Dibangun

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran

Minggu, 6 September 2026 - 17:04 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong

Berita Terbaru