KanalNasional.com | Massa yang mengatasnamakan Forum Indramayu Menggugat melakukan aksi di depan Ponpes Al-Zaytun yang berada di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (15/6). Massa memprotes dugaan ajaran sesat yang diajarkan di pondok pesantren tersebut
Kapolres Indramayu AKBP. DR. M Fahri siregar S.H. S.IK mengatakan pihaknya mengerahkan hingga 1.200 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.
“Kami kerahkan kurang lebih 1.200 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Indramayu Menggugat,” kata Fahri
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Massa Forum Indramayu Menggugat menyampaikan beberapa poin terkait pro kontra Ponpes Al-Zaytun. Salah satu di antaranya meminta agar MUI dan Kemenag dapat mengusut tuntas dugaan ajaran sesat Ponpes Al-Zaytun.
Fahri mengatakan, pihaknya memang menerima dua surat terkait unjuk rasa yang dilakukan oleh dua kubu, terkait keberadaan Ponpes Al-Zaytun.
“Iya betul ada dua kubu yang menyampaikan surat akan melakukan unjuk rasa kepada kami,” tuturnya.
Aksi demo berlangsung sekitar 100 meter dari depan gerbang Al-Zaytun. Pada Kamis siang, di sela orasi pendemo, terjadi saling dorong antara massa dengan polisi karena massa mendesak ingin tetap menyampaikan tuntutannya di depan gerbang Al-Zaytun.
Koordinator Aksi FIM Jamal Sayid Mukhlisin mendesak MUI dan Kemenag untuk mengusut tuntas ajaran yang ada di Al-Zaytun. Bukan hanya massa dari FIM, di seberang juga tampak massa Ponpes Al-Zaytun berkumpul.
Di lokasi pada Kamis siang tadi, massa dari internal Al Zaytun pun sudah berbaris di depan pagar kawat berduri yang dipasang polisi. Pimpinan Ma’had Al-Zaytun Panji Gumilang meninjau pagar duri yang terpasang di depan gerbang. Diikuti massa pendukungnya, Panji meminta polisi lebih mengamankan pihak unjuk rasa. Bahkan, pengerahan massa di depan gerbang dilakukan bukan untuk anarkis. (red)














