Diversifikasi Usaha, Holding Perkebunan Nusantara Optimalkan Kebun Karet Tak Produktif Jadi Agrowisata Edukatif

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Tengah – Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3 terus mendorong diversifikasi usaha dengan mengoptimalkan aset-aset nonproduktif menjadi unit bisnis baru. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui transformasi kebun karet di Karanganyar, Jawa Tengah, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata edukatif bernama Agrowisata Kampoeng Karet.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Damas, menyatakan bahwa Kampoeng Karet merupakan contoh nyata implementasi mandat pemegang saham untuk mengelola rupa-rupa komoditas dan rupa-rupa usaha.

“PTPN I menjadi penerima mandat sebagai Supporting Co, yakni diserahi untuk mengelola dan mengoptimalkan rupa-rupa komoditas dan usaha di luar gula dan sawit. Di situ ada karet, kakao, kopi, tembakau, dan lainnya. Aset lainnya banyak di bidang hospitality, termasuk rumah sakit dan tempat wisata. Nah, Agrowisata Kampoeng Karet ini adalah salah satunya. Kami terus mendorong dan mendukung unit kerja untuk membuka peluang optimalisasi aset seperti di Kampoeng Karet ini,” ujar Teddy di Jakarta, Rabu (1/10/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agrowisata Kampoeng Karet berlokasi di Desa Puntuk Rejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu dengan udara sejuk dan panorama pegunungan ini dulunya merupakan kebun karet yang sudah tidak produktif. Dengan jarak hanya sekitar 20 kilometer dari Kota Karanganyar, lokasi ini dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi objek wisata edukasi.

Manajer Agrowisata Kampoeng Karet, M. Ibrohim Fajjri, didampingi Penyelia Sistem Manajemen, Herry Sulistyo, menjelaskan bahwa sebelum bertransformasi menjadi kawasan wisata, pihaknya telah melakukan kajian menyeluruh terkait keberlanjutan usaha dan potensi kunjungan. “Dulu ini kebun karet, tetapi sudah tidak produktif. Setelah kajian komprehensif, diputuskan untuk dibuat agrowisata. Syukur, sekarang sudah berjalan dan terus kami lakukan inovasi dari semua lini, baik fasilitas, wahana, layanan, maupun akomodasi,” jelas Ibrohim.

Beragam wahana telah tersedia, mulai dari outbound, camping ground, hingga kegiatan mass gathering. Fasilitas lainnya meliputi flying fox, river tubing, jeep adventure, trampolin, scooter, berkuda, istana kelinci, terapi ikan, kolam renang anak, hingga kafe dan restoran. Pengunjung juga dapat menikmati akses jaringan seluler dan WiFi yang memadai.

“Banyak permainan menantang yang akan menguji nyali dan adrenalin. Kami siap melayani rombongan atau perorangan, baik untuk kegiatan keluarga, sekolah, maupun perusahaan,” tambah Ibrohim.

Daya tarik lain adalah harga tiket masuk yang sangat terjangkau. Pada akhir pekan, tiket masuk hanya Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp7 ribu untuk anak-anak. Sementara pada hari kerja, tiket lebih murah, yakni Rp7 ribu untuk dewasa dan Rp6 ribu untuk anak-anak.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Agrowisata Kampoeng Karet diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat sekitar Karanganyar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur
Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025
Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:07 WIB

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:44 WIB

DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:47 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:41 WIB

Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:39 WIB

Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Lewat Program MBG Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:24 WIB