KanalNasional.com | JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Anton Sukartono Suratto, http://M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Sebagai mitra strategis bidang pertahanan di parlemen, Anton menilai pelantikan tersebut membawa optimisme baru bagi penguatan TNI AD.
“Atas nama pribadi dan sebagai mitra strategis pertahanan negara di Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrat, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad),” ujar Anton, Kamis 9/10/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
*Rekam Jejak Jadi Modal Kepemimpinan*
Anton menyoroti pengalaman dan pengabdian Letjen Iwan Setiawan selama berkarier di TNI AD. Menurutnya, rekam jejak tempur itu menjadi modal penting dalam memimpin pasukan elit Kostrad.
“Rekam jejak tempur dan pengabdian luar biasa beliau selama ini memberikan keyakinan kepada kami di parlemen bahwa Kostrad akan semakin profesional dan tangguh. Komisi I senantiasa mendukung penuh upaya TNI AD dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia,” tegasnya.
Bagi Anton, Kostrad memiliki peran vital sebagai kekuatan utama dan cadangan strategis TNI. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dan berpengalaman sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan pertahanan ke depan.
*Harap Bawa Kemajuan Bagi TNI dan Bangsa*
Lebih jauh, Anton berharap amanah baru Letjen Iwan Setiawan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi bangsa secara keseluruhan.
“Semoga amanah baru ini menjadi berkah, serta membawa kemajuan dan keberhasilan yang lebih besar bagi institusi, bangsa, dan negara. Selamat menjalankan tugas mulia ini, Jenderal! Bersama rakyat, TNI kuat!” pungkasnya.
Pelantikan Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan TNI AD. Komisi I DPR RI menegaskan akan terus mengawal dan mendukung penguatan profesionalisme, modernisasi alutsista, serta kesejahteraan prajurit TNI.
















