Tajurhalang Kekurangan SMK Negeri, Kenapa yang Diusulkan Justru SMA Baru?

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | TAJURHALANG – Rencana pembangunan SMA Negeri 2 di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dari tokoh masyarakat setempat.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tajurhalang, Ustaz Ruslan Abdul Gani, mempertanyakan prioritas pembangunan tersebut. Menurutnya, persoalan pendidikan di wilayah Tajurhalang saat ini bukan hanya soal daya tampung SMA, tetapi juga belum tersedianya SMK Negeri.

Padahal, Kecamatan Tajurhalang yang terdiri dari tujuh desa saat ini telah memiliki SMA Negeri 1 Tajurhalang yang berada di Jalan Raya Tajurhalang Nomor 6, Desa Tajurhalang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara untuk jenjang pendidikan kejuruan, hingga kini belum terdapat satu pun SMK Negeri di wilayah tersebut.

Kondisi itu, kata Ruslan, membuat lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jalur kejuruan harus mencari sekolah ke wilayah lain atau memilih SMK swasta.

“Memang setiap tahunnya pendaftar di SMA Negeri Tajurhalang berlebih. Mereka yang tidak diterima akhirnya terpaksa masuk sekolah swasta,” ujar Ruslan kepada KanalNasional.com, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar SMA Negeri memang menunjukkan adanya persoalan daya tampung. Namun, pemerintah dinilai perlu melihat kebutuhan pendidikan secara lebih menyeluruh sebelum menentukan jenis sekolah yang akan dibangun.

Ruslan mengatakan, selama ini sejumlah lulusan SMP dari Tajurhalang memilih mendaftar ke SMK Negeri di Kecamatan Bojonggede. Persoalannya, daya tampung yang terbatas serta ketentuan penerimaan peserta didik membuat tidak seluruh calon siswa dapat diterima.

“Kalau secara umum, masyarakat sebenarnya lebih menginginkan adanya SMK Negeri Tajurhalang. Itu yang lebih dibutuhkan saat ini karena di Kecamatan Tajurhalang memang belum ada SMK Negeri,” katanya.

Ia menilai keberadaan SMK Negeri di Tajurhalang dapat memberikan alternatif pendidikan bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan berbasis keahlian tanpa harus mencari sekolah ke kecamatan lain.

Ruslan juga menyinggung persoalan penerimaan siswa baru di SMA Negeri Tajurhalang. Tingginya jumlah pendaftar membuat sebagian calon peserta didik tidak terserap melalui jalur yang tersedia.

“Di SMA juga sama, melalui jalur zonasi ada yang tidak terserap. Tetapi kalau melihat kebutuhan saat ini, keberadaan SMK Negeri lebih mendesak karena memang belum ada di Tajurhalang,” ujarnya.

Sorotan Ruslan tak hanya berkaitan dengan jenis sekolah yang akan dibangun. Ia juga mempertanyakan proses munculnya rencana pembangunan SMA Negeri 2 Tajurhalang.

Sebagai Ketua MWCNU Kecamatan Tajurhalang, Ruslan mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan maupun musyawarah terkait rencana pembangunan sekolah tersebut.

“Saya sendiri tidak dilibatkan. Saya tidak pernah diundang ketika ada pembahasan atau musyawarah terkait rencana pembangunan SMA Negeri 2 Tajurhalang,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, lokasi pembangunan SMA Negeri 2 tersebut direncanakan berada di wilayah Desa Sasak Panjang, tepatnya di kawasan Perumahan Puri.

Ruslan berharap rencana tersebut masih dapat dikaji kembali dengan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan masyarakat di lapangan.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan seharusnya tidak hanya mempertimbangkan persoalan jumlah pendaftar, tetapi juga melihat ketersediaan jenis sekolah dan minat masyarakat.

“Harapan saya, untuk sekarang ini lebih baik dibangun SMK Negeri karena memang belum ada di Kecamatan Tajurhalang,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membuka ruang pembahasan yang lebih luas bersama masyarakat sebelum keputusan pembangunan ditetapkan.

“Mudah-mudahan bisa berubah menjadi SMK Negeri. Peminat SMK juga banyak dibandingkan SMA,” pungkasnya.

Berita Terkait

GOM Rancabungur: Uang Kembalian Sudah Lunas, Bangunannya Akan Dilanjutkan di 2027
Pendopo Dibangun Untuk Rakyat, Tapi Rakyat Dilarang Masuk
GOM Rancabungur Rp18 Miliar Dipakai Latihan, Statusnya Masih ‘gelap’: Belum Serah Terima, Fasilitas Amburadul
Temuan BPK Soal Aset Liar di DSDABMBK Tangsel, Kejari Menunggu Adanya Laporan untuk Bertindak
Gelanggang Olahraga Rancabungur Rp18 Miliar ‘sunat’ Volume, Bpk Temukan Kelebihan Bayar Rp557 Juta
Air Mati Duluan, Pengumuman Nyusul: PDAM Tirta Kahuripan Gagal Layani Warga Parung
MEMANAS! Warga Ciputat Tangsel Tolak Keras Tower BTS, Ganti Baju XL ke STP Tanpa Izin Warga – Laporan ke Walikota Setahun Menguap!
LHP BPK Bongkar Aset Pemkot Tangsel Masih Disewa Setelah Habis Kontrak, DSDABMBK Bungkam

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:48 WIB

GOM Rancabungur: Uang Kembalian Sudah Lunas, Bangunannya Akan Dilanjutkan di 2027

Selasa, 3 November 2026 - 09:32 WIB

Pendopo Dibangun Untuk Rakyat, Tapi Rakyat Dilarang Masuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:59 WIB

GOM Rancabungur Rp18 Miliar Dipakai Latihan, Statusnya Masih ‘gelap’: Belum Serah Terima, Fasilitas Amburadul

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Gelanggang Olahraga Rancabungur Rp18 Miliar ‘sunat’ Volume, Bpk Temukan Kelebihan Bayar Rp557 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Air Mati Duluan, Pengumuman Nyusul: PDAM Tirta Kahuripan Gagal Layani Warga Parung

Berita Terbaru

DAERAH

Pendopo Dibangun Untuk Rakyat, Tapi Rakyat Dilarang Masuk

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:32 WIB