KanalNasional.com – Pihak kepolisian melakukan diskresi akibat kemacetan horor di Pelabuhan Merak, Banten, pada arus mudik, Senin (8/4) yang sempat mengular hingga 10 km. Membeludaknya kendaraan di jalan tol hingga Pelabuhan Merak sudah terjadi selama 3 hari. Untuk pemesanan tiket hari ini, Senin 8 April 2024 ludes terjual.
Polisi membuat diskresi yakni kendaraan tidak hanya bisa melalui flyover Merak, namun juga kendaraan yang berada di pintu exit tol juga dibagi menjadi dua jalur yakni satu jalur lainnya keluar melalui jalur alternatif nontol menuju Pelabuhan Merak.
Selama 3 hari ke belakang, baru sekarang kemacetan dapat terurai. Bahkan, saat ini arus lalu lintas cukup landai. Kendaraan yang melintas masih didominasi mobil pribadi. Sementara, bus penumpang atau truk pengangkut barang dialihkan arus lalu lintasnya menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ). Ketika keluar melalui Tol Merak, pihak kepolisian akan meminta untuk memutar arah dan keluar di pintu Tol Cilegon Timur selanjutnya truk akan menuju Pelabuhan BBJ. Sementara, mobil pribadi bisa langsung ke Pelabuhan Merak baik dermaga eksekutif maupun dermaga reguler.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung kemacetan parah di Pelabuhan Merak, Minggu (7/4/2024). Dia memberikan wejangan kepada pemudik yang ingin menyeberang ke Sumatera.
“Apresiasi saya berikan kepada pemudik motor, ini paling lurus. Nurut banget, semua ke Ciwandan sehingga mereka mendapatkan layanan hanya 15 menit langsung bisa menyeberang,” ujar Budi Karya.
Sementara itu Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, kepadatan kendaraan yang akan menuju Pelabuhan Merak pada H-4 Lebaran ini merupakan imbas dari penerapan delaying system.
Aan menerangkan, sejak Jumat (5/4/2024) malam tadi jumlah kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak meningkat 5 persen. Hal tersebut, kata dia, menyebabkan kepadatan di area pelabuhan sejak malam hingga pagi ini.
“Ada antrean yang cukup panjang, kami sudah melakukan beberapa upaya, beberapa pengaturan di Merak ini, karena merak ini lain dengan jalan tol karateristiknya. Kita harus mengatur kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan,” kata Aan kepada wartawan, (red)
















