Sinergi Industri Baja Nasional untuk Kedaulatan Maritim Indonesia

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon (8/10) — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk /Krakatau Steel Group menerima kunjungan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Selasa (7/10). Kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura), Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komjen (Pol) Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H. beserta seluruh jajaran. Turut hadir Komisaris Utama Krakatau Steel, Hendro Martowardojo beserta Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Krakatau Steel Group. Pada kesempatan ini, rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengunjungi PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Krakatau Pipe Industries, dan PT Krakatau Posco .

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau
potensi yang dimiliki Krakatau Steel Group sekaligus menjadi simbol penguatan
sinergi antara industri baja nasional dan sektor maritim Indonesia yang terbagi
dalam tiga agenda strategis, yaitu modernisasi kapal perikanan nasional,
percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih, hingga percepatan pembangunan
Giant Sea Wall.

Dari Kayu ke Baja, Hingga
Tanggul Laut Sepanjang Pulau Jawa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi dan data dari
laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, lebih dari 95% kapal perikanan
di Indonesia masih menggunakan bahan kayu. Secara konstruksi, kapal kayu
memiliki kekurangan karena umumnya dibangun secara tradisional dan kurang
memenuhi persyaratan standar kelaikan laut, laik tangkap dan laik simpan
hasilnya.

Krakatau Steel Group memiliki kemampuan
dalam menyediakan bahan baku baja berkualitas tinggi bagi program ini, mulai
dari pelat baja untuk lambung kapal, pipa baja untuk sistem distribusi dan
pendinginan, struktur fabrikasi untuk galangan dan pelabuhan, hingga rumah
modular apung untuk percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kawasan pesisir modern yang terintegrasi dengan
sarana dan prasarana produksi, sekaligus menjadi pusat ekonomi baru bagi
nelayan.

Adapun pembangunan Giant Sea Wall
Pantura merupakan Proyek Strategis Nasional yang kini dipercepat pelaksanaannya
oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Otorita Pengelola
Pantura. Tanggul laut raksasa yang membentang dari Banten hingga Gresik ini
dirancang untuk menjadi benteng pertahanan utama pesisir utara Jawa dari risiko
rob dan kenaikan muka air laut.

Dalam konteks ini, Krakatau Steel Group
memiliki peran penting dalam kapabilitasnya terhadap penyediaan material baja
konstruksi dan struktur laut untuk percepatan pembangunan tanggul.

Krakatau Steel Sebagai
Katalisator Asta Cita

Asa dari kunjungan kerja ini merupakan
implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Modernisasi
kapal nelayan berbasis baja mendukung ketahanan pangan laut nasional. Realisasi
Kampung Nelayan Merah Putih mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta
membuka peluang lapangan kerja, hingga percepatan pembangunan proyek Giant
Sea Wall
sebagai dukungan terhadap penguatan pertahanan dan keamanan
nasional sekaligus simbol kedaulatan dan perlindungan ekosistem pesisir utara
Jawa.

Kemudian dalam mendukung hilirisasi dan
industrialisasi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, dalam kesempatan ini menyampaikan
apresiasi atas penjajakan potensi kerjasama strategis yang dilakukan dan
menegaskan bahwa momentum ini menjadi bagian penting dari penguatan komitmen
Krakatau Steel Group dalam mendukung program pemerintah dan ini merupakan salah
satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Krakatau Steel Group siap menjadi mitra
strategis pemerintah dalam setiap upaya membangun kedaulatan maritim
Indonesia,” jelas Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan
yang juga menjabat sebagai Chairman
ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA
(Indonesia Iron & Steel Industry Association).

Adapun sebagai tindak lanjut dari
kunjungan ini adalah persiapan penandatanganan nota kesepahaman antara Krakatau
Steel Group dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait pemenuhan
kebutuhan modernisasi kapal perikanan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih,
dan pembangunan Giant Sea Wall.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur
Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025
Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:07 WIB

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:44 WIB

DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:47 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:41 WIB

Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:39 WIB

Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Lewat Program MBG Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:24 WIB