Tokenisasi Emas Meningkat saat Harga Emas Fisik Meroket

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai pasar token emas global kini menembus rekor tertinggi. Berdasarkan laporan CoinGecko, nilai total pasar token emas telah melampaui 3,02 miliar dolar AS per 7 Oktober 2025.

Pencapaian ini menjadi tonggak baru bagi aset logam mulia berbasis blockchain dan mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen yang didukung oleh emas fisik. Kenaikan tersebut terjadi seiring dengan menguatnya harga emas di pasar internasional.

Harga emas dunia kini berada di kisaran 3.900 dolar AS per troy ounce, sementara di Indonesia, harga emas Antam telah menembus Rp 2,3 juta per gram pada 9 Oktober 2025, level tertinggi sepanjang tahun. Keterbatasan pasokan dan meningkatnya permintaan membuat emas batangan, terutama ukuran kecil, semakin sulit ditemukan di pasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RWA Emas: Cara Baru Berinvestasi Logam Mulia

Keterbatasan akses terhadap emas fisik mendorong munculnya inovasi baru melalui tokenisasi emas, atau dikenal dengan istilah RWA emas (Real World Asset). Sistem ini memungkinkan seseorang memiliki emas dalam bentuk digital yang nilainya setara dengan logam mulia sungguhan.

Setiap token emas digital didukung oleh cadangan emas fisik yang disimpan di lembaga kustodian resmi dan diaudit secara rutin. Dengan mekanisme ini, investor dapat membeli pecahan emas kecil, misalnya 0,01 gram, tanpa harus menyimpan emas fisiknya secara langsung. Seluruh kepemilikan tercatat di jaringan blockchain, sehingga lebih transparan dan mudah diakses kapan saja.

Konsep emas digital mulai dilirik oleh investor global sebagai cara berinvestasi yang lebih praktis. Token emas seperti PAXG dan XAUT kini menjadi pilihan utama di pasar internasional.

Nilai keduanya melonjak seiring dengan rally harga emas dunia, memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Emas vs Tanah dan Emas vs Bitcoin

Kenaikan harga emas memunculkan kembali perbandingan klasik di kalangan investor: emas vs tanah dan emas vs Bitcoin.

Tanah masih menjadi pilihan populer untuk jangka panjang karena nilainya stabil dan memiliki fungsi nyata. Namun, modal awal yang besar dan proses jual beli yang tidak fleksibel sering kali menjadi kendala bagi investor muda.

Sementara itu, emas memiliki keunggulan dari sisi likuiditas dan kemudahan transaksi. Kini, dengan adanya tokenisasi, emas bahkan bisa dimiliki secara fraksional dan diperdagangkan secara digital.

Di sisi lain, Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” karena suplainya terbatas dan potensi kenaikan harganya besar. Meski demikian, volatilitasnya jauh lebih tinggi dibanding emas. Kombinasi antara emas dan aset kripto kini menjadi strategi diversifikasi baru. 

Emas memberikan stabilitas jangka panjang, sementara aset digital menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih agresif.

Arah Baru Investasi di Indonesia

Tren tokenisasi emas menunjukkan bahwa cara masyarakat berinvestasi kini semakin modern.

Dengan harga emas yang terus meningkat, emas digital menawarkan cara baru bagi investor untuk tetap memiliki eksposur terhadap pergerakan harga emas hari ini, tanpa harus membeli atau menyimpan logam mulia secara fisik.

Beberapa platform lokal seperti Bittime menyediakan layanan jual beli aset digital, termasuk token emas. Kehadiran platform seperti ini membantu memperluas akses masyarakat terhadap investasi digital, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem aset berbasis teknologi di Indonesia.

Perpaduan antara emas fisik dan emas digital menjadi bukti bahwa dunia investasi sedang mengalami transformasi besar. Bagi masyarakat, memahami perbedaan antara dua bentuk kepemilikan ini merupakan langkah penting untuk menentukan strategi yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Sebagai catatan, pasar aset digital dan kripto bersifat sangat fluktuatif. Nilainya dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting bagi calon investor untuk melakukan riset mandiri, memahami risiko dengan cermat, dan menyesuaikan porsi investasinya sesuai dengan kemampuan serta tujuan keuangan pribadi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur
Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025
Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:07 WIB

Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:44 WIB

DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:47 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:41 WIB

Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:39 WIB

Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Lewat Program MBG Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:24 WIB