KanalNasional.com | Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Angkie Yudistia (seorang disabilitas Tunarungu) mengatakan kebijakan inklusif yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo patut diapresiasi.
Karena Polri telah mengutamakan nilai inklusifitas dengan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas menjadi anggota polisi.
Menurut Angkie, Dia menyebut langkah yang diambil tersebut memberikan peluang kaum difabel untuk mendapatkan akses yang sama dan kesempatan setara mengikuti seleksi Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut saya Polri telah menerapkan inklusifitas bagi teman-teman disabilitas. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut,” ujar Angkie dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (20/1/2024).
Angkie mengungkapkan, langkah Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri dengan melakukan penerimaan anggota Polri tahun ini juga membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengabdi.
Lebih jauh Angkie berharap Polri ke depan makin banyak membuka kuota penerimaan untuk para difabel.
“Karena tahun ini Polri sudah merekrut personel dari kelompok disabilitas, di mana rekrutmen disabilitas bintara Polri adalah untuk yang menamatkan pendidikan di tingkat SMU dan SMK,” terangnya.
“Diharapkan ke depannya SIPSS untuk lulusan perguruan tinggi, bisa lebih banyak lagi membuka peluang kerja bagi teman-teman disabilitas di luar sana,” imbuhnya.
Sebelumnya, Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM), Dedi Prasetyo menjelaskan Polda Sumatera Selatan telah merekrut penyandang disabilitas menjadi ASN Polri melalui jalur tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 ini.
“Kita telah menerima satu orang disabilitas daksa di Polda Sumsel, perempuan dengan jabatan Arsiparis,” ujar Dedi kepada media Selasa (16/1/2024) lalu.
















