KanalNasional.com | Pemkot Tangerang Selatan dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting di wilayahnya akan imbangi dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan menaikan insentif bagi kader posyandu di Tangsel.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri peningkatan kader Posyandu di Kecamatan Setu dan Serpong, pada Selasa, (21/03).
“Saya akan naikan insentif para kader di wilayah Tangerang Selatan, insyaallah menjadi 1 juta 350ribu, per tahun. Jumlah kader posyandu kita sekitar 6 ribu. Insyaallah, nanti bertahap,” kata Benyamin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan ini bukan tanpa alasan, berkat peran kader posyandu pulalah pemkot berhasil menurunkan angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan.
“Ini berkat kerja keras ibu-ibu kader posyandu. Stunting di Tangerang Selatan turun drastis, bayangkan saja dari 19,9 persen jadi 9 persen,” jelas Benyamin.
Itulah salah satu fungsi kader posyandu. Dan wali kota meyakini bahwa keberhasilan ini pasti melalui proses panjang yang tidak pernah henti dilakukan oleh para kader posyandu.
“Mulai dari menimbang balita, mengisi kartu menuju sehat, memberikan penyuluhan dan edukasi dan banyak hal lainnya yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dan terbukti angka kematian ibu dan bayi juga turun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin, menjelaskan di wilayah Tangerang Selatan ada 719 posyandu aktif dari 846 posyandu yang ada.
“Data ini menunjukkan 85 persen tercapai di nasional,” kata dr. Allin.
“Sementara kader posyandu yang sudah dijamin Jamsostek sebesar 5.454 kader,” tambahnya
Tentunya kader yang mendapat insentif ini telah memenuhi syarat yang ditentukan. Mulai dari melakukan kegiatan sebanyak delapan kali per tahun, melakukan tindakan promotif dan preventif kepada sasaran di wilayahnya.
Untuk itu, kata dr Allin, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan pada kader kesehatan. Pihaknya sadar betul, karena para kader inilah sebagai ujung tombak Dinas Kesehatan.
“Mereka harus dibekali ilmu yang cukup. Sehingga mereka bisa memberikan penjelasan dan informasi yang tepat kepada masyarakat,” tutupnya.
















