Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Bekasi, Jawa Barat (10/11) – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi pada Minggu, (10/11). Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sajak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan menyampaikan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis Presiden untuk memastikan pemenuhan gizi anak dilakukan secara merata. Ia menyebut program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa.

“Kualitas sumber daya manusia ditentukan dari bagaimana kita memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik sejak dini. Program MBG adalah langkah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Sukur H. Nababan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias M, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat.

“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran gizi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegas Ade.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester,  menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi program ini, mulai dari mekanisme penyediaan menu hingga distribusi makanan kepada peserta didik.

“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat dan belajar lebih baik. Semua pihak perlu terlibat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ester juga menyatakan bahwa Kota Bekasi siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.(Red)

Berita Terkait

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029
Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume
Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta
HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran
Abu Erupsi Anak Krakatau Menyebar! Jakarta hingga Bengkulu Terdampak, Penerbangan Mulai Terganggu
Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong
Bukan Pidato, Tapi Sapa: Anton Sukartono Bukti Demokrat Hadir di Tengah Rakyat
AKAMSI Soroti Pembongkaran Pura di Sanur sebagai Dugaan Penistaan Agama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran

Minggu, 6 September 2026 - 17:04 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong

Berita Terbaru