Massa Aksi Demo di Al Zaytun Mengaku Dibayar dan Tak Tahu Masalah

Jumat, 23 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum dharma Ayu di Ponpes Al Zaytun telah usai dilakukan. Demo berlangsung sejak pukul 12.30 hingga pukul 16.30. Aksi unjuk rasa sempat diwarnai kericuhan saat masa aksi mencoba menerobos barikade polisi.

Keanehan sempat ditemui sejumlah awak media yang bermaksud melakukan wawancara dengan kordinator aksi dilapangan, beberapa orang tidak mengetahui Ketua Organisasi masyarakat yang diikutinya, terlebih materi tuntutan aksi unjuk rasa yang dilakukan

“Saya masih baru bang, nggak ngerti siapa korlap dan materi tuntutan,” kata salah satu pendemo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditempat berbeda seorang massa aksi mengatakan dirinya hanya diajak teman-temannya dari Indramayu untuk mengikuti aksi hari ini. Saat ditanya adalah operasional yang diberikan ia mengaku ada tanpa menjelaskan nominalnya.

“ada (uang) cuma buat bensin aja,” terang salah satu massa aksi yang tak ingin disebut namanya.

Diberitakan sebelumnya Forum Solidaritas Dharma Ayu yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat, termasuk Ormas Gibas, LSM Penjara, LPKSM Al Jabar, Forum Peduli Indramayu, Forum Pelangi, BPPKB Banten, LSM Kian Santang, dan beberapa ormas lainnya menggelar aksi unjuk rasa hari kemarin, Kamis(22/6)

Beberapa tuntutan massa diantara seputar penguasaan lahan, penistaan agama dan sumber dana Al Zaytun.

Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar mengapresiasi massa aksi unjuk rasa tetap aman dan kondusif meski sempat terjadi kericuhan.

Fahri mengajak Forum Solidaritas Dharma Ayu beserta ormas di dalaamnya untuk menunggu Investigasi MUI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Hari ini ada investigasi MUI pusat, kita tggu hasilnya, Rabu dan Kamis, mohon kiranya rekan2 kembali ke rumah dengan kondusif,” tukasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Desak Pemkot Bekasi Terbitkan Perwali Soal Larangan Tahan Ijazah
BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog
Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang
Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu
Asap Sampah dan Karoke Ganggu Fokus Latihan, Atlet Pencak Silat Tangsel Terancam Batal Tanding di POPDA
Tangsel Perkuat Identitas Budaya Lewat Gebyar Tradisi Betawi di Rempoa
Miliki Ribuan Santri, Pesantren Online Pondok Sehat Malomo Hampir Dua Tahun Berjalan
Sosialisasi MBG di Bekasi, Komisi IX DPR Ajak Masyarakat Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:14 WIB

Komisi IV DPRD Desak Pemkot Bekasi Terbitkan Perwali Soal Larangan Tahan Ijazah

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog

Senin, 25 Mei 2026 - 16:52 WIB

Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:45 WIB

Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:20 WIB

Asap Sampah dan Karoke Ganggu Fokus Latihan, Atlet Pencak Silat Tangsel Terancam Batal Tanding di POPDA

Berita Terbaru