Studi : Resiko Kematian Dini Dapat Menurun Dengan Budaya Hidup Sehat

Kamis, 23 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanalnasional.com | Kematian dini dapat dikurangi hingga 20 persen dengan pola hidup sehat, dari sebuah studi mengungkap resiko dapat menurun hanya dengan mengonsumsi makanan dari empat pola makan sehat.

Seperti dikutip dari laman CNN, Kamis (23/2/2023), studi dari Jurnal Jama Internal Medicine menunjukkan bahwa ada lebih dari satu cara untuk makan yang baik dan mendapatkan manfaat kesehatan yang menyertainya.

Penelitian tersebut menyebut salah satu pola makan sehat yang digemari beberapa orang adalah lebih banyak mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penelitian, pola makan yang satu ini juga dapat menekan risiko meninggal karena kanker, penyakit kardiovaskular, dan penyakit pernapasan dan neurodegeneratif.

Profesor nutrisi dan epidemologi, Dr Frank Hu mengatakan orang seringkali bosan dengan satu cara pola makan. Hal ini menjadi kabar baik karena para peneliti memiliki banyak fleksibilitas dalam hal menciptakan pola makan sehat yang dapat disesuaikan dengan preferensi makanan, kondisi kesehatan, dan budaya individu.

“Misalnya, jika Anda sedang melakukan diet Mediterania dan setelah beberapa bulan Anda ingin mencoba sesuatu yang berbeda, Anda dapat beralih ke diet DASH atau Anda dapat beralih ke diet semi-vegetarian,” jelasnya.

Sebagai ketua departemen nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, ia juga menyebutkan opsi lain, yaitu mengikuti program diet Amerika Serikat.

“Atau Anda dapat mengikuti pedoman diet AS dan membuat piring makan sehat Anda sendiri,” ujarnya.

Untuk menguji keakuratan, Hu dan timnya menggunakan pendekatan eksperimental dengan mengikuti kebiasaan makan 75 ribu wanita dalam Studi Kesehatan Perawat dan lebih dari 44 ribu pria dalam Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan.

Setiap individu yang menjadi responden lalu diminta mengisi kuesioner makan setiap empat tahun.

“Ini adalah salah satu studi kohort terbesar dan terlama untuk memeriksa pola diet yang direkomendasikan dan risiko jangka panjang kematian dini dan kematian akibat penyakit utama,” tukasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah
Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM
Kapolri Tancap Gas! Targetkan 409 Dapur Makan Bergizi Gratis Tersebar di Seluruh Indonesia Akhir 2025
Bongkar! Laporan Keuangan Dinkes Tangsel Tahun 2022-2023 Terendus Janggal, PPI Siap Laporkan ke Kejaksaan
Dampak Buruk Dari Begadang Bagi Kesehatan
Beginilah Cara Menangani Kaki Kram

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:16 WIB

Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:32 WIB

Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:48 WIB

Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah

Senin, 10 November 2025 - 09:40 WIB

Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

Senin, 28 Juli 2025 - 19:04 WIB

Kapolri Tancap Gas! Targetkan 409 Dapur Makan Bergizi Gratis Tersebar di Seluruh Indonesia Akhir 2025

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Lewat Program MBG Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:24 WIB