KanalNasional.com | JAKARTA – Tongkat komando Polri resmi berpindah tangan. Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru, menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang hampir 6 tahun memimpin Korps Bhayangkara.
Pelantikan itu disambut hangat Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto. Anton mengaku punya “sejarah” tersendiri dengan Kapolri baru tersebut.
“Saya pribadi dan keluarga besar Partai Demokrat Jawa Barat menyambut baik serta memberikan dukungan penuh. Kami mendoakan semoga beliau selalu diberi kekuatan dan kemudahan dalam mengemban amanah,” tulis Anton di media sosialnya, Kamis 1/10/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan Anton bukan tanpa alasan. Ada dua benang merah yang mengikat dirinya dengan Suyudi.
Pertama, adik kandung Anton, Brigjen Pol Budi Sartono, saat ini menjabat sebagai salah satu direktur di BNN. Padahal, sebelum dilantik jadi Kapolri, Suyudi adalah Kepala BNN.
Kedua, Suyudi pernah menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Bogor pada 2015-2016. Saat itu, Anton masih menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor sekaligus anggota DPR RI dari Dapil Jabar V.
“Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrat, saya melihat posisi ini sebagai amanah besar yang strategis untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di tanah air,” tegas Anton.
Anton berharap di bawah kepemimpinan Suyudi, Polri bisa semakin profesional dan dekat dengan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga.
“Mari kita dukung bersama agar Beliau senantiasa diberikan kesehatan, ketegasan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Korps Bhayangkara menuju institusi yang semakin profesional dan dicintai masyarakat,” ungkap Anton.
Menurutnya, kerja sama antara lembaga negara, penegak hukum, dan masyarakat adalah kunci agar Indonesia tetap aman dan kondusif.
Dengan latar belakangnya sebagai mantan Kepala BNN, publik kini menaruh harapan besar pada Suyudi untuk memberantas narkoba dan memperkuat keamanan nasional. Dukungan dari tokoh seperti Anton menjadi sinyal awal solidnya dukungan politik di DPR terhadap nahkoda baru Polri. (Red)
















