Komisi I DPR: Laut Kepri Jangan Jadi Jalan Tikus Sindikat, Radar dan Patroli Harus Dipadatkan!

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | JAKARTA – Garis depan laut Indonesia di Kepulauan Riau sedang “bocor”. Komisi I DPR RI mendesak pemerintah memperkuat sistem pertahanan maritim secara masif agar celah pengawasan tidak dimanfaatkan sindikat kejahatan transnasional.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menyoroti posisi strategis Kepri yang langsung berbatasan dengan Selat Malaka dan Laut Natuna Utara. Dua jalur vital itu rawan dijadikan pintu masuk penyelundupan barang ilegal hingga narkotika skala besar.

“Tantangan di lapangan saat ini sangat kompleks, mulai dari penyelundupan transnasional skala besar, kerawanan wilayah perbatasan, hingga keterbatasan infrastruktur dan logistik di pangkalan garis depan. Pertahanan laut jangan sampai menyisakan celah,” kata Anton dalam keterangan tertulisnya, Kamis 1 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Anton, isu paling vital ada di infrastruktur pangkalan terdepan. Sebut saja Lanal Tarempa dan Lanal Ranai. Keterbatasan alutsista, logistik, dan sarana pendukung membuat pengawasan di pulau-pulau terluar tidak maksimal.

Kondisi ini berbahaya. Jika pangkalan lemah, maka laut luas akan jadi “jalan tikus” bagi kejahatan lintas negara.

Untuk menutup celah itu, Komisi I mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI AL mengambil langkah taktis dan cepat.

Anton menekankan perlunya pemasangan _coastal radar_ atau radar pantai di pulau-pulau terluar. Selain itu, perlu dioptimalkan _coordinated patrol_ atau patroli terkoordinasi lintas batas negara.

“Kami mendorong kebijakan afirmatif guna menyelesaikan kendala logistik, pemeliharaan alutsista, serta efektivitas patroli bersama demi menjaga kedaulatan laut kita,” tegas Anton.

Ia menyebut kebijakan afirmatif itu penting agar prajurit di garis depan tidak lagi berjuang dengan peralatan terbatas.

Komisi I memastikan seluruh temuan faktual dan keluhan operasional prajurit di lapangan akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi.

Ke depan, DPR berkomitmen mengawal penguatan anggaran dan kebijakan pertahanan laut pada masa persidangan berjalan.

“Laut adalah halaman depan kedaulatan. Kalau pengawasannya lemah, maka kedaulatan kita juga lemah,” pungkas Anton.

Dengan tekanan geopolitik yang semakin tinggi di Laut Natuna Utara dan padatnya lalu lintas Selat Malaka, penguatan maritim bukan lagi pilihan. Ini soal harga diri bangsa. (Red)

Berita Terkait

Motivator ‘Gedor Pintu Langit’ Ustadz Aris Alwi Berang! Ada Oknum Tipu Jamaah Pakai Namanya, Minta Bayar Rp2-4 Juta
Anton Demokrat: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekadar Hafalan, Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Anton Demokrat Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Dasco: Politik Itu Merawat Persahabatan dan Kolaborasi
Anton Demokrat Apresiasi Pelantikan Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad: Rekam Jejaknya Modal Kuat Jaga Kedaulatan
Anton Demokrat: Pendidikan Politik Adalah Fondasi, Tanpa Kader Berintegritas Mesin Partai Tak Akan Bergerak
Kuat Bersama Rakyat! AHY dan Anton Kompak: TNI Bukan Cuma Tentara, Tapi Keluarga Bangsa
HUT ke-65 Pramuka Tangsel, Walikota Apresiasi 33 Pembina dan Tokoh Terima Penghargaan Karya Bakti hingga Pancawarsa
Panaskan Mesin Partai, Demokrat Gelar Dikpol di Karawang Jelang 2029

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Motivator ‘Gedor Pintu Langit’ Ustadz Aris Alwi Berang! Ada Oknum Tipu Jamaah Pakai Namanya, Minta Bayar Rp2-4 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Anton Demokrat: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekadar Hafalan, Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Anton Demokrat Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Dasco: Politik Itu Merawat Persahabatan dan Kolaborasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Anton Demokrat Apresiasi Pelantikan Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad: Rekam Jejaknya Modal Kuat Jaga Kedaulatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Kuat Bersama Rakyat! AHY dan Anton Kompak: TNI Bukan Cuma Tentara, Tapi Keluarga Bangsa

Berita Terbaru