Studi, Kerusakan Tulang Ternyata Bisa di Sebabkan Karena Polusi Udara

Jumat, 24 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanalnasional.com | Sebuah studi baru melalui penelitian yang dipimpin oleh sebuah tim di Mailman School of Public Health, Columbia University, di Amerika Serikat mempelajari efek dari tingkat polusi udara yang tinggi terkait mempengaruhi kesehatan, termasuk kepadatan mineral tulang, khususnya pada wanita pascamenopause dan menyebabkan kerusakan pada tulang.

Di sisi lain, ini adalah penelitian pertama yang mengeksplorasi kualitas udara dan kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause.

Penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal peer-review eClinical Medicine, yang merupakan bagian dari rangkaian jurnal akses terbuka The Lancet Discovery Science.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, penelitian yang menghubungkan polusi udara dengan kepadatan mineral tulang, risiko osteoporosis, dan patah tulang pada kelompok usia senior (lansia) memang sudah ada.

Tim ilmuwan menganalisis data yang dikumpulkan melalui studi Women’s Health Initiative terhadap 161.808 wanita pascamenopause.

Dari situ, peneliti melihat efeknya paling jelas terlihat pada tulang punggung bawah (lumbar), dengan nitrat oksida dua kali lebih merusak area tersebut dibandingkan yang terlihat pada penuaan normal.

Paparan para peserta terhadap perkiraan polusi udara (PM 10, NO2 dan SO2) di rumah mereka dipelajari. Para ilmuwan mengukur kepadatan mineral tulang (BMD) seluruh tubuh, pinggul, leher femur, dan tulang belakang lumbar pada awal percobaan.

Peneliti kemudian melakukan pengukuran lanjutan setelah satu tahun, tiga tahun , dan enam tahun dengan menggunakan absorptiometri sinar-X energi ganda.

Menurut penulis Diddier Prada, temuan ini mengonfirmasi bahwa kualitas udara yang buruk dapat menjadi faktor risiko pengeroposan tulang, terlepas dari faktor sosioekonomi atau demografi.

“Untuk pertama kalinya, kami memiliki bukti bahwa nitrogen oksida, khususnya, merupakan kontributor utama kerusakan tulang dan tulang belakang lumbal merupakan salah satu tempat yang paling rentan terhadap kerusakan ini,” kata Diddier Prada, seperti dilansir dari laman India Today, Jumar (24/2).

Penulis utama Andrea Baccarelli menyarankan untuk lebih fokus pada deteksi dini kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan tulang akibat polusi udara. Sumber utama nitrous oxides adalah knalpot mobil dan truk serta emisi dari pembangkit tenaga listrik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah
Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM
Kapolri Tancap Gas! Targetkan 409 Dapur Makan Bergizi Gratis Tersebar di Seluruh Indonesia Akhir 2025
Bongkar! Laporan Keuangan Dinkes Tangsel Tahun 2022-2023 Terendus Janggal, PPI Siap Laporkan ke Kejaksaan
Dampak Buruk Dari Begadang Bagi Kesehatan
Beginilah Cara Menangani Kaki Kram
Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji Bantu BPJS Kesehatan  Sosialisasikan Program JKN-KIS
Komunitas Afiat YDBM Gelar Baksos untuķ Korban Banjir di Cililitan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:48 WIB

Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah

Senin, 10 November 2025 - 09:40 WIB

Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

Senin, 28 Juli 2025 - 19:04 WIB

Kapolri Tancap Gas! Targetkan 409 Dapur Makan Bergizi Gratis Tersebar di Seluruh Indonesia Akhir 2025

Kamis, 24 Juli 2025 - 15:37 WIB

Bongkar! Laporan Keuangan Dinkes Tangsel Tahun 2022-2023 Terendus Janggal, PPI Siap Laporkan ke Kejaksaan

Selasa, 17 Juni 2025 - 11:52 WIB

Dampak Buruk Dari Begadang Bagi Kesehatan

Berita Terbaru