KanalNasional.com | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Bicara tentang pembelajaran yang “merdeka”, kebijakan baru untuk Kurikulum Merdeka sudah diterapkan agar mendorong siswa untuk berkreasi melalui metode yang lebih inovatif dan interaktif. Artinya, menjadikan dunia pendidikan yang lebih fleksibel dan melepas belenggu perguruan tinggi agar lebih mudah bergerak.
Implementasi Kurikulum Merdeka dibuat agar dapat menjadi sarana siswa untuk mengekspresikan ide-ide secara kreatif, memperlihatkan keterampilan di luar aspek akademik, dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan hasil karyanya. Melalui penerapan Kurikulum Merdeka, siswa didorong untuk melampaui batasan pembelajaran yang konvensional, mengeksplorasi minat dan bakat, serta memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi dan memunculkan potensi terbaiknya.
Seperti yang dirancang Mahasiswa Undana untuk Teknologi Tangkap Udara, salah satu karya dari penerapan kebijakan Kurikulum Merdeka. Maka dampak positif bagi satuan pendidikan. Salah satu inovasi yang dihasilkan melalui program Kurikulum Merdeka adalah pengembangan Teknologi Tangkap Udara yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Inovasi tersebut kemudian berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Kedaireka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Testimoni yang diberikan oleh mahasiswa juga sangat positif. “Manfaat yang dihasilkan dari program ini, yaitu meningkatkan kemampuan dalam hal studi kasus. Kami belajar mengidentifikasi masalah sebelum terjun langsung mencari solusi”, ucap Deprison Arianto, Mahasiswa UNDANA yang terlibat dalam pengembangan teknologi Tangkap Udara.
Proyek ini melibatkan 20 mahasiswa dalam melakukan penelitian dan pengembangan alat. Ini merupakan inovasi dengan melakukan konversi wujud dari molekul udara menjadi air menggunakan tenaga surya. Penerapan teknologi tersebut diterapkan di desa untuk mengaliri lahan pertanian yang ada di sekitarnya. Hasil kolaborasi ini secara nyata memberikan manfaat yang signifikan, baik dalam meningkatkan pengetahuan, maupun kemampuan kepemimpinan (leadership) mahasiswa. (Ym)















