Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Bogor – Tudingan warga Perumahan Griya Cimangir Estate soal bau tak sedap dari Rumah Potong Ayam (RPA) dibantah mentah-mentah oleh pemilik usaha. Pemilik RPA di Kampung Pabuaran RT 002 RW 04, Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor itu justru menantang warga untuk melihat langsung kondisi di lokasi.

Edo, yang mengaku sebagai pemilik RPA, menyampaikan bantahan saat ditemui Media di lokasi usahanya, Jumat (22/5/2026). Ia datang bersama ketua lingkungan setempat.

“Warga Pabuaran Duluan yang Komplain Kalau Memang Bau”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edo menilai tudingan soal aroma menyengat dari limbah RPA tidak masuk akal. Menurutnya, jika benar usahanya menimbulkan bau, warga sekitar lokasi yang akan paling dulu bersuara.

“Kalau memang ini menimbulkan bau, pastinya warga di sini duluan yang akan komplain. Sedangkan mereka, warga Perumahan Griya Cimangir itu radiusnya berapa meter dari sini. Itu aja logikanya,” ujarnya.

Ia juga memastikan seluruh dokumen legalitas usaha sudah lengkap. “Semua izinnya lengkap kok. Ada semuanya,” tegas Edo.

Camat Minta Urus Izin ke DLH, Warga Minta Audit Langsung

Sebelumnya, keluhan warga sudah sampai ke telinga Kecamatan Gunung Sindur. Camat Muhamad Jamalludin bahkan meminta pengusaha RPA segera mengurus perizinan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DLH Kabupaten Bogor maupun instansi teknis terkait validitas dokumen perizinan RPA tersebut.

Padahal, usaha RPA wajib memenuhi sejumlah syarat ketat. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dokumen lingkungan UKL-UPL atau SPPL, hingga Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Warga di perbatasan Desa Pabuaran dan Desa Gunung Sindur berharap pemerintah tidak hanya menerima klaim sepihak. Mereka meminta adanya audit langsung terhadap dokumen legalitas, sistem pengelolaan limbah, dan dampak yang dirasakan di lapangan. (Red)

Berita Terkait

Antusias Tinggi, Warga Tukar Botol Plastik Bekas dengan Bibit Pohon dan Kompos
Gegara Parkir Sembarangan Picu Cekcok, Istri Plt Sekel Margamulya Dilaporkan Dugaan Penganiayaan
Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pesan Tegas: Junjung Etika dan Tanggung Jawab
3.442 PPPK Paruh Waktu Kota Bekasi Minta Ketua DPRD Kawal Peralihan ke Penuh Waktu
PTSL 2019 Masih Nunggak: Ledy Minta Camat dan Lurah Jemput Bola
LHP BPK Beberkan, Utang Volume Rp2,8 Miliar Proyek Jalan PU Bogor Masih Nunggak
SISGITA Tangsel Dilirik 58 Daerah, Data Tanah dan Pajak Bakal Disatukan
PUBLIKASI KECAMATAN GUNUNG SINDUR TAHUN 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Antusias Tinggi, Warga Tukar Botol Plastik Bekas dengan Bibit Pohon dan Kompos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Gegara Parkir Sembarangan Picu Cekcok, Istri Plt Sekel Margamulya Dilaporkan Dugaan Penganiayaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pesan Tegas: Junjung Etika dan Tanggung Jawab

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

3.442 PPPK Paruh Waktu Kota Bekasi Minta Ketua DPRD Kawal Peralihan ke Penuh Waktu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:56 WIB

PTSL 2019 Masih Nunggak: Ledy Minta Camat dan Lurah Jemput Bola

Berita Terbaru