KanalNasional.com | Pamulang, Senin, 17 Maret 2025, Keceriaan dan semangat belajar terpancar dari wajah ratusan siswa SD Islam Pembangunan saat mereka mengikuti kegiatan spesial bersama komunitas Aksara (Aksi Tanpa Suara) dari Yayasan Dharma Bangsa Mandiri (YDBM). Bukan sekadar kegiatan Ramadhan biasa, tahun ini Aksara kembali berkolaborasi dengan SD Islam Pembangunan dalam sebuah program edukatif yang unik: belajar bahasa isyarat tunarungu dan seni doodles.
Sekitar 225 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 tampak antusias menyimak materi yang diberikan. Lebih dari sekadar teori, mereka bahkan berani tampil langsung mempraktikkan bahasa isyarat bersama komunitas Aksara. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang pentingnya komunikasi inklusif dan kepedulian terhadap teman-teman tunarungu.
Kepala SD Islam Pembangunan, Asep Mutaqin Abror, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, program Aksara selaras dengan visi sekolah dalam membangun karakter peduli terhadap sesama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerja sama dengan Aksara sangat positif karena memiliki visi yang sama dengan SD Islam Pembangunan. Kami ingin menanamkan kepedulian sosial sejak dini, dan kegiatan ini menjadi salah satu cara terbaik untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Tidak hanya bagi siswa, komunitas Aksara juga memiliki harapan besar dari program ini. Ketua Komunitas Aksara, Yusuf Maulana, berharap semakin banyak sekolah yang mau berkolaborasi agar dapat membantu anak-anak tunarungu yang kurang mampu untuk tetap mendapatkan pendidikan dan alat bantu dengar.
”Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membangun empati dan kesadaran sosial. Dengan semangat kebersamaan, SD Islam Pembangunan dan Aksara terus melangkah maju, menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap sesama,” jelasnya
Aksara kembali bekerja sama dengan sekolah dasar islam pembangunan Pamulang dengan benefit kegiatan doodles dan belajar bahsa isyarat tunarungu. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, (17/3) disambut antusias siswa yg ingin tampil utk memperaktekkan bahasa isyarat bersama komunitas aksara. Jumlah siswa yg mengikuti kegiatan ini hampir 225 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5.
















