KanalNasional.com | Jakarta, 28 Juli 2025 — Indonesia kembali menunjukkan posisinya sebagai negara paling dermawan di dunia. Kali ini, melalui hajatan akbar Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest2025), yang akan digelar pada 4–8 Agustus mendatang di Jakarta. Festival ini bukan sekadar ajang temu para dermawan, tetapi menjadi panggung strategis bagi para pelaku filantropi lintas sektor untuk memperkuat peran mereka dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dan aksi iklim.
Mengusung tema “Budaya dan Ekosistem Filantropi untuk Dampak Lebih Baik: Membuka Potensi Filantropi untuk SDGs dan Agenda Iklim”, FIFest2025 dirancang sebagai momentum penting untuk mentransformasi budaya gotong royong Indonesia menjadi kekuatan sistemik pembangunan nasional.
“FIFest2025 bukan sekadar festival, ini adalah aksi kolektif. Kita ingin filantropi di Indonesia tidak berhenti di kebaikan individual, tapi menjadi mesin penggerak perubahan struktural menuju Indonesia yang adil dan berkelanjutan,” tegas Rizal Algamar, Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Didukung Kementerian PPN/Bappenas, festival ini akan menghadirkan serangkaian agenda prestisius, termasuk Peluncuran Piagam Budaya Filantropi, Rembuk Nasional Ekosistem Filantropi, serta Philanthropy Dinner yang akan mempertemukan para tokoh dermawan dalam sebuah jamuan strategis.
Tidak hanya itu, FIFest2025 juga akan meluncurkan 7 publikasi penting berupa Strategic Papers dan Policy Briefs yang membahas isu-isu prioritas nasional mulai dari kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi komunitas, hingga kebijakan insentif pajak dan pengelolaan filantropi.
Hingga saat ini, antusiasme peserta terus membanjiri panitia. Lebih dari 2.500 peserta telah mendaftar, termasuk deretan pelaku filantropi internasional. Tak kurang dari 30 forum diskusi dan 40 peserta pameran akan memeriahkan festival ini, menjadikannya sebagai ajang kolaboratif terbesar di Indonesia untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
FIFest2025 digadang-gadang bukan hanya akan memperkuat jaringan pelaku filantropi nasional, namun juga menjadi katalis penyatuan semangat lokal dengan visi global. Indonesia siap menegaskan diri sebagai aktor utama dalam panggung filantropi dunia.















