Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Bekasi, Jawa Barat (7/3) – Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Aula Kantor Kelurahan Medan Satria, Bekasi, Jumat (6/3). Kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan komitmen pemerintah sebagai kepedulian terhadap gizi anak serta ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Fadhly, dan perwakilan Badan Gizi Nasional, M. Hasri.

Dalam pemaparannya, Ranny menjelaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program unggulan yang mulai dijalankan sejak 6 Januari 2025. Program ini bertujuan memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang.

“Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta menjadi generasi emas Indonesia di masa depan,” ujar Ranny.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain meningkatkan kualitas gizi anak, ia menambahkan bahwa program ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Menurutnya, jika di suatu wilayah terdapat beberapa dapur MBG, maka puluhan hingga ratusan lapangan kerja baru dapat tercipta. Program ini juga membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, peternak, serta pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan.

“Manfaat lain dari program ini juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian Masyarakat. Setiap dapur SPPG akan menyerap tenaga kerja dari Masyarakat sekitar. Selain itu, MBG juga membangun roda ekonomi untuk masyarakat sekitar”. Lanjutnya.

Sementara itu, Fadhly menjelaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak, terutama di lingkungan pendidikan. Program ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan kognitif, serta meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus menekan angka malnutrisi dan stunting.

Di sisi lain, perwakilan Badan Gizi Nasional, M. Hasri Garikamansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik. Program ini dijalankan dengan empat prinsip utama, yakni kecukupan kalori, keseimbangan kandungan gizi, standar higienis, serta keamanan pangan.

Melalui pelaksanaan program tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin memiliki akses terhadap makanan bergizi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.(Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rehab Rp184,5 Juta Tanpa Plang: SDN 02 Jombang Transparansinya Ke Mana?
BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog
JSA Taklukkan Tawon Putra 3-1 di Askot, Pesta Gol di Blok S Jaksel
Penyembelihan Hewan Qurban Pondok Sehat Malomo di Tiga Lokasi Terpisah
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal
Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang
Program MBG Hadir di Desa Sukamahi Bekasi, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Generasi Unggul

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:56 WIB

Rehab Rp184,5 Juta Tanpa Plang: SDN 02 Jombang Transparansinya Ke Mana?

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:36 WIB

JSA Taklukkan Tawon Putra 3-1 di Askot, Pesta Gol di Blok S Jaksel

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:14 WIB

9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal

Berita Terbaru