KanalNasional.com | Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan program seragam sekolah gratis bagi siswa SD Negeri dan SMP Negeri mulai dijalankan tahun ini. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap dengan memprioritaskan siswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan anggaran untuk program tersebut telah disiapkan. Saat ini, pemerintah daerah masih menyusun mekanisme teknis penyaluran sembari menunggu selesainya proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Anggarannya sudah kami alokasikan. Saat ini kami tinggal menyusun mekanisme teknis penyalurannya. Distribusi bantuan akan disesuaikan dengan jumlah siswa baru di masing-masing sekolah setelah proses penerimaan selesai,” ujar Benyamin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pada tahap awal program belum dapat menjangkau seluruh peserta didik baru. Pemkot memilih memprioritaskan keluarga yang masuk kategori ekonomi terbawah, yakni desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan pemerintah.
“Kami dahulukan masyarakat yang masuk desil 1 dan desil 2. Jika kemampuan anggaran masih memungkinkan, tentu cakupan penerima akan diperluas. Prioritas kami saat ini adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan akan diawali dengan verifikasi dan validasi data penerima agar bantuan tepat sasaran.
Ia menegaskan, penentuan penerima tidak hanya mengacu pada jalur afirmasi maupun kepemilikan Program Indonesia Pintar (PIP), melainkan juga hasil pencocokan data dan kondisi riil di lapangan.
“Untuk saat ini memang diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, sehingga ke depan diharapkan dapat menjangkau seluruh siswa baru,” kata Deden.
Dikbud Tangsel juga akan melakukan validasi ulang terhadap data calon penerima. Langkah tersebut dilakukan karena tidak seluruh pemegang PIP otomatis masuk kategori keluarga kurang mampu.
“Kami akan mengecek kembali data penerima agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang paling membutuhkan. Dengan begitu, program seragam sekolah gratis ini dapat berjalan tepat sasaran,” pungkasnya. (Adv)
















