KanalNasional.com | BOGOR — Proyek pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Kecamatan Rancabungur senilai Rp18.028.739.000 diduga “bocor”. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK 2025 menemukan ada kelebihan bayar akibat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp557.586.890.
Angka itu bukan kecil. Setara 3% dari total nilai kontrak yang digarap PT DKU di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.
Berdasarkan LHP BPK, pemeriksaan dilakukan tim BPK bersama penyedia dan PPK secara uji petik terhadap 12 paket pekerjaan gedung di 5 SKPD. Hasilnya, proyek GOM Rancabungur dinyatakan selesai 100% dan sudah diserahterimakan sesuai BAST. Pembayaran pun sudah lunas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalahnya, setelah diukur ulang, volume pekerjaannya tidak sesuai rencana. Artinya, negara sudah bayar penuh untuk pekerjaan yang tidak sepenuhnya dikerjakan.
“Akibat kejadian tersebut Pemerintah Kabupaten Bogor berisiko menerima aset dengan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana,” tulis BPK dalam LHP-nya.
Ini bukan soal telat. Ini soal mutu dan kejujuran. Jika dibiarkan, GOM yang dibangun dengan uang rakyat itu berpotensi tidak sekuat dan selengkap yang tertera di kontrak.
Bagaimana bisa proyek dinyatakan 100% selesai dan BAST diterbitkan, jika BPK menemukan volumenya kurang?
Siapa yang mengawasi PPK dan konsultan pengawas? Kenapa kekurangan volume baru ketahuan setelah BPK turun?
Penelusuran KanalNasional.com langsung ke lokasi di Perumahan Ambar Telaga Residence RT 01 RW 11, Kec. Rancabungur, Rabu (28/10/2026) menjadi uji penting. Apakah fisik bangunan benar-benar sesuai Rp18 miliar, atau hanya “mewah di atas kertas”?
Publik berhak tahu. GOM dibangun untuk warga Rancabungur berolahraga, bukan untuk bancakan proyek.
Temuan BPK ini harus jadi alarm. Pengembalian uang tidak serta-merta menghapus kelalaian administrasi dan pengawasan. Aparat penegak hukum dan Inspektorat Kabupaten Bogor perlu mengusut: siapa yang menyetujui BAST, siapa yang menerima pekerjaan kurang volume, dan apakah ini pola di 11 paket lain yang juga diperiksa BPK? (Red)
















