KanalNasional.com | BOGOR — Kecewa. Itu kata yang paling pas menggambarkan warga Parung, Kabupaten Bogor. Bukan karena kemarau, tapi karena keran PDAM Perumda Tirta Kahuripan kembali kering tanpa kejelasan.
Air bersih dilaporkan mati sejak Selasa (27/10/2026) dini hari. Giliran pengumuman dari pengelola, baru muncul Rabu (28/10/2026) pagi. Telat satu hari. Warga sudah keburu panik.
“Air mati, informasi ikut mampet. Ini kan kacau sekali,” ujar Antara (38), warga Kecamatan Parung dengan nada jengkel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi warga, ini bukan kejadian pertama. Gangguan distribusi berulang. Yang lebih menyakitkan: tidak ada pemberitahuan jauh hari.
“Kejadian seperti ini selalu berulang dan sepertinya selalu demikian. Tidak ada imbauan yang sampai ke lingkungan beberapa hari sebelumnya,” katanya.
Dampaknya nyata. Mandi, cuci, masak, sampai sanitasi rumah tangga lumpuh total. Air bukan barang mewah. Ini kebutuhan dasar. Tapi bagi PDAM Tirta Kahuripan, seolah bisa ditunda seenaknya.
“Jika ada pekerjaan perbaikan jaringan, pemeliharaan instalasi, atau gangguan distribusi, informasi seharusnya disampaikan secara jelas beberapa hari sebelumnya. Dengan begitu, masyarakat bisa mengantisipasi,” tegas Antara.
Temuan ini membongkar dua borok pelayanan publik: keandalan distribusi yang buruk, dan komunikasi publik yang gagal total.
Pelayanan publik tidak bisa diukur dari berapa banyak pelanggan dan berapa lancar tagihan masuk. Tapi dari seberapa andal air mengalir dan seberapa jujur pengelola memberi informasi.
“Sebagai penyedia layanan air bersih, Perumda Tirta Kahuripan dituntut menjaga keandalan distribusi sekaligus memperbaiki komunikasi kepada pelanggan,” ucapnya.
Ia menutup dengan desakan keras: jika gangguan terus berulang, jajaran direksi PDAM perlu dievaluasi menyeluruh. Sistem penyampaian informasi harus dibenahi agar tidak berhenti di kantor pusat saja, tapi benar-benar sampai ke RT/RW yang terdampak.
Sudah saatnya Tirta Kahuripan berhenti berdalih “gangguan teknis”. Warga Parung butuh air, bukan alasan. Butuh kepastian, bukan pengumuman yang datang setelah keran kering. (Red)
















