KanalNasional.com | BOGOR — Menjawab tantangan zaman yang bergerak cepat, Wakil Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Anton Sukartono Suratto, http://M.Si., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Cikeas Mansion, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Ahad 11/10/2026.
Ikhtiar Merawat Fondasi Bangsa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Anton menegaskan sosialisasi ini bukan agenda seremonial. Ia menyebut Empat Pilar — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — adalah fondasi utama berbangsa dan bernegara yang harus terus dirawat.
“Sosialisasi ini adalah ikhtiar kita guna memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar tidak luntur tergerus arus zaman,” ujar Anton.
Menurutnya, menjaga jati diri dan karakter bangsa menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi dan globalisasi. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap pilar kebangsaan, persatuan bangsa akan mudah rapuh.
Anton mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Empat Pilar sebagai hafalan lisan. Lebih dari itu, nilai-nilainya harus diaplikasikan dalam tindakan nyata setiap hari.
Ia kemudian menjabarkan empat esensi utama pilar kebangsaan:
1. Pancasila: Sebagai ideologi dan kompas moral bangsa yang menuntun masyarakat berlandaskan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial.
2. UUD 1945: Sebagai landasan konstitusional yang menjamin hak dan kewajiban warga negara dalam koridor hukum yang adil.
3. NKRI: Sebagai wujud komitmen kesatuan wilayah dan nasib dari Sabang sampai Merauke, serta dari Miangas hingga Pulau Rote.
4. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan yang merekatkan keberagaman suku, agama, dan budaya sebagai kekuatan terbesar bangsa, bukan kelemahan.
“Mari terus rawat persatuan, wujudkan kerukunan, dan bangun Indonesia yang lebih baik!” tegas Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Dengan, penguatan nilai kebangsaan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Partai politik, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga memiliki peran untuk menanamkan kembali semangat Empat Pilar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digulirkan hingga ke tingkat DPC dan PAC di Jawa Barat agar pemahaman kebangsaan tidak hanya berhenti di elite, tetapi menyentuh masyarakat luas.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Anton optimis Indonesia mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang ber-Pancasila.
















