KanalNasional.com | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Hukum Tangerang Selatan dibawah pimpinan Bung Syams melakukan pernyataan sikap mengecam segala tindakan arogansi dan intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok oknum “Habib” kepada masyarakat.
“Tragedi di Karawang, Jawa Barat yang menimbulkan korban, menjadi bukti kekerasan yang dilakukan dan diprovokasi oleh oknum habib,” kata Bung Syam
Untuk itu dirinya meminta kepada BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menelusuri “NASAB HABIB” di Indonesia yang sudah menimbulkan kesenjangan Nasional terutama dalam masalah keadilan dan penegakkan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengajak seluruh Mahasiswa di Indonesia untuk melakukan pernyataan Sikap atas Polemik Nasab Habib dan mengancam akan melakukan Aksi Besar-besaran kepada instansi BRIN jika tidak mengindahkan pernyataan sikap mereka,” tandasnya
Berikut tuntutan Himpunan Mahasiswa Hukum Tangsel
Dengan ini menyatakan Sikap :
1. Meminta dengan tegas BRIN (BADAN RISET Dan INOVASI NASIONAL) untuk melakukan Riset yang mendalam atas polemik “KEABSAHAN NASAB HABIB”.
2. Bahwa “NASAB HABIB” di Indonesia menimbulkan kesenjangan sosial dan kesenjangan hukum.
3. Mengutuk dengan keras segala tindakan intimidasi, aniaya, dan provokasi yang disampaikan dan dilakukan oleh para oknum HABIB, terhadap segenap masyarakat yang menolak keabsahan nasab habib.
4. Meminta agar pihak Kepolisian Republik Indonesia bersikap aktif dan berani dalam menindak segala laporan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh terduga pelaku Para Oknum HABIB.
5. Bahwa nasab habib sudah menjadi ranah akademis dan wajib di uji dalam lingkungan akademik.
6. Bahwa kami bersedia menyediakan tempat untuk menguji Tesis Pembatalan Nasab Habib serta menjamin keamanan kepada seluruh pihak.
7. Bahwa jika segala pernyataan sikap kami tidak di indahkan, maka kami akan melakukan aksi. Bahwa hal ini dilakukan dikarenakan polemik nasab habib sudah merenggut korban.
Demikian Pernyataan Sikap ini disampaikan, dan kami mengajak seluruh mahasiswa dari seluruh Universitas di Indonesia untuk melakukan hal yang sama dalam polemik Nasab Habib di Indonesia.
Terimakasih
Jakarta, 30 Agustus 2024















