Kepergian Romo Mudji, Begawan Pemikiran yang Menjembatani Iman dan Kebudayaan

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Kepergian Prof. Dr. Franciskus Xaverius Mudji Sutrisno pada 28 Desember 2025 meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi komunitas Katolik, tetapi juga bagi dunia kebudayaan dan pemikiran Indonesia. Romo Mudji—sapaan akrabnya—dikenal sebagai sosok rohaniwan yang melampaui batas mimbar, menghadirkan iman dalam ruang-ruang kemanusiaan yang nyata.

Romo Mudji merupakan pastor Jesuit dengan latar belakang sebagai filsuf, budayawan, seniman, sekaligus akademisi. Penampilannya yang sederhana, dengan rambut gondrong khas, kerap membuatnya tampak lebih seperti seniman ketimbang rohaniwan. Namun di balik kesan “nyeleneh” itu, tersimpan ketajaman intelektual dan keluasan pandangan yang menjadikan pemikirannya selalu dinantikan.

Sebagai Guru Besar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Romo Mudji dikenal memiliki cara unik dalam menyampaikan filsafat. Bahasa yang digunakannya lugas dan sastrawi, membuat gagasan-gagasan filosofis yang kompleks menjadi mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia kerap menekankan bahwa filsafat tidak boleh terpisah dari realitas manusia yang konkret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang hidupnya, Romo Mudji menulis lebih dari 45 buku yang membahas kebudayaan, peradaban, estetika, hingga pemikiran pascakolonial. Sejumlah karyanya seperti Langkah-langkah Peradaban, Ide-ide Pencerahan, Oase Estetis, dan Membaca Wajah Kebudayaan menjadi rujukan penting dalam kajian filsafat dan kebudayaan di Indonesia.

Tidak hanya bergelut di dunia akademik, Romo Mudji juga aktif dalam isu-isu sosial dan kebangsaan. Ia sempat menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2001–2003, sebelum akhirnya memilih mundur. Ia juga dikenal terlibat dalam aksi Kamisan di Bundaran HI, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap penegakan kebenaran dan keadilan, khususnya terkait tragedi kemanusiaan di masa lalu.

Dalam kehidupan sehari-hari, Romo Mudji dikenal hidup bersahaja. Ia masih menggunakan transportasi umum, tinggal di rumah sederhana di kawasan Salemba, Jakarta, dan menjalin relasi tanpa sekat dengan siapa pun. Sikap rendah hati dan gestur yang “memanusiakan manusia” menjadi ciri khas yang dikenang banyak orang.

Kepergian Romo Mudji menandai berakhirnya perjalanan seorang pemikir yang konsisten menjembatani religiusitas dan kebudayaan. Meski telah berpulang, gagasan serta keteladanan hidupnya diyakini akan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi yang mencari makna, keadilan, dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Warisan Romo Mudji bukan hanya tertulis dalam buku-buku dan karya seni, tetapi juga hidup dalam nilai-nilai yang ia praktikkan: kebaikan yang dibagikan, terang yang dipancarkan, dan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. (*)

Berita Terkait

Bukan Pidato, Tapi Sapa: Anton Sukartono Bukti Demokrat Hadir di Tengah Rakyat
AKAMSI Soroti Pembongkaran Pura di Sanur sebagai Dugaan Penistaan Agama
Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel
KPK Membawa Dokumen dan Dua Koper Dari Dinas Pendidikan Kab Bogor, yang Sebelumnya Bapenda dan BPKSDM
BIN Dorong UU Khusus Tangkal Intervensi Asing, Herindra: Indonesia Jangan Naif
Ribuan Warga Tajurhalang Tumpah Ruah, Rayakan HUT ke-81 RI dengan Karnaval dan Semangat Gotong Royong
Peringati HUT RI ke 81, Benyamin: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kedaulatan dan Kesejahteraan
Salurkan Bantuan untuk 2.000 Pengungsi, OT Peduli Gempa Nagekeo

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

Bukan Pidato, Tapi Sapa: Anton Sukartono Bukti Demokrat Hadir di Tengah Rakyat

Rabu, 2 September 2026 - 18:38 WIB

AKAMSI Soroti Pembongkaran Pura di Sanur sebagai Dugaan Penistaan Agama

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:04 WIB

KPK Membawa Dokumen dan Dua Koper Dari Dinas Pendidikan Kab Bogor, yang Sebelumnya Bapenda dan BPKSDM

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Ribuan Warga Tajurhalang Tumpah Ruah, Rayakan HUT ke-81 RI dengan Karnaval dan Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru