Krisis 1.762 Anak Putus Sekolah di Tangerang Utara: Pemerintah Provinsi Banten Dinilai Gagal Jalankan Amanat Konstitusi

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Kabupaten Tangerang, Banten — Sebuah angka mencengangkan mencuat ke permukaan: 1.762 anak usia sekolah di wilayah utara Kabupaten Tangerang dilaporkan putus sekolah. Di balik angka itu, ada potret buram tentang kegagalan sistem pendidikan yang selama ini tertutup oleh retorika program dan seremonial belaka.

Kawasan pesisir utara, mencakup kecamatan Sepatan, Sukadiri, Teluknaga, Kosambi, hingga Pakuhaji, menjadi episentrum krisis ini. Laporan dari lembaga-lembaga sosial yang bergerak di lapangan mengungkap fakta bahwa kemiskinan struktural, akses pendidikan yang buruk, minimnya infrastruktur, hingga ketidakpedulian pemerintah menjadi benang kusut yang menjerat masa depan anak-anak di sana.

Mohammad Jembar Msi, aktivis pendidikan dari Forum Warga Tangerang Utara

“Sudah bertahun-tahun ini terjadi, tapi solusi konkret dari Pemprov Banten tak kunjung hadir. Program pendidikan mereka hanya cantik di atas kertas,” ujar Mohammad Jembar Msi, aktivis pendidikan dari Forum Warga Tangerang Utara, dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih menyedihkan lagi, banyak anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah, kini terpaksa membantu orang tua mencari nafkah karena himpitan ekonomi. “Subsidi pendidikan nyata itu nihil. Akhirnya anak saya memilih bekerja daripada sekolah,” kata seorang warga di Teluknaga.

Desakan publik semakin keras, menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Gubernur Banten dan Dinas Pendidikan Provinsi yang dinilai gagal menjalankan perannya sesuai amanat konstitusi. “Pasal 31 UUD 1945 itu jelas, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Kalau 1.762 anak dibiarkan putus sekolah, ini adalah kegagalan sistemik,” tegas Jembar.

Para aktivis dan pemerhati pendidikan kini mendorong agar audit menyeluruh terhadap program pendidikan Provinsi Banten segera dilakukan. Mereka menuntut alokasi anggaran khusus untuk menyelesaikan krisis putus sekolah di Tangerang Utara, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor—dari pemerintah, swasta, hingga organisasi masyarakat—untuk memulihkan hak anak-anak atas pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, Gubernur Banten dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun tekanan dari masyarakat terus menguat, menuntut langkah nyata dan cepat, bukan lagi janji yang hanya terdengar saat momen seremoni.

“Ini bukan soal angka statistik, ini soal masa depan generasi. Jika mereka dibiarkan putus sekolah, kegagalan itu akan menjadi beban sejarah bagi kita semua,” pungkas Jembar. (Red)

Berita Terkait

Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tingkatkan Literasi Hukum Digital Siswa SMK Grafika untuk Cegah Kejahatan Siber
Milad Pertama dan Pengukuhan Padepokan Beksi Al Idris: Guru Besar Idris A Karim Ajak Tangsel Jaga Silat Sebagai Kearifan Lokal
Reses DPRD Bogor Dapil VI di Parung Cuma 1 Jam Tanpa Dialog, Aspirasi Dialihkan ke Barcode
Motivator ‘Gedor Pintu Langit’ Ustadz Aris Alwi Berang! Ada Oknum Tipu Jamaah Pakai Namanya, Minta Bayar Rp2-4 Juta
Anton Demokrat: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekadar Hafalan, Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Anton Demokrat Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Dasco: Politik Itu Merawat Persahabatan dan Kolaborasi
Anton Demokrat Apresiasi Pelantikan Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad: Rekam Jejaknya Modal Kuat Jaga Kedaulatan
Anton Demokrat: Pendidikan Politik Adalah Fondasi, Tanpa Kader Berintegritas Mesin Partai Tak Akan Bergerak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tingkatkan Literasi Hukum Digital Siswa SMK Grafika untuk Cegah Kejahatan Siber

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Milad Pertama dan Pengukuhan Padepokan Beksi Al Idris: Guru Besar Idris A Karim Ajak Tangsel Jaga Silat Sebagai Kearifan Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Reses DPRD Bogor Dapil VI di Parung Cuma 1 Jam Tanpa Dialog, Aspirasi Dialihkan ke Barcode

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Motivator ‘Gedor Pintu Langit’ Ustadz Aris Alwi Berang! Ada Oknum Tipu Jamaah Pakai Namanya, Minta Bayar Rp2-4 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Anton Demokrat: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekadar Hafalan, Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru