KanalNasional.com | Tangerang Selatan – Di tengah era digitalisasi dan tuntutan akurasi data pembangunan, Kelurahan Pakulonan menyabet penghargaan prestisius “Kelurahan Cantik” (Cinta Statistik) dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Hal itu berkat tampil memukau karena berhasil menata data warganya secara lengkap dan akurat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Puspemkot Tangsel, Selasa (20/5).
“Statistik itu pondasi perencanaan. Dan Pakulonan membuktikan bahwa dengan data yang lengkap dari kemiskinan hingga ibu hamil mereka bisa jadi contoh,” ujar Benyamin dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, akurasi dan kelengkapan data Pakulonan patut diacungi jempol. Bahkan, ia berharap kelurahan lain bisa meniru semangat Pakulonan, termasuk dengan melibatkan BPS Tangsel dalam pelatihan pengelolaan data hingga tingkat RT dan RW.
“Data yang baik bukan hanya milik pemerintah. Harus bisa dibaca dan dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.
Di balik penghargaan tersebut, ada kerja keras yang tak sedikit. Lurah Pakulonan, Dwi Santoso, mengungkapkan bahwa perubahan besar terjadi ketika pihaknya memutuskan beralih dari pencatatan data dalam bentuk buku ke format digital.
“Selama ini data hanya disimpan dalam buku-buku. Tapi sekarang kami kemas digital dan siap disebarluaskan ke masyarakat,” ujarnya.
Dwi juga menuturkan bahwa proses pembaruan data ini sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Data yang dikumpulkan meliputi berbagai aspek kehidupan warga, termasuk potensi wilayah seperti UMKM yang tumbuh subur di kawasan kuliner Pakulonan.
“UMKM kami hampir ratusan jumlahnya. Itu semua kami data dan kelola agar bisa dimanfaatkan untuk promosi dan pengembangan,” ungkapnya bangga.
Tak hanya berhenti di tingkat kota, Kelurahan Pakulonan kini bersiap untuk melangkah ke panggung nasional mewakili Tangerang Selatan dalam ajang penilaian Kelurahan Cantik tingkat Indonesia.
“Penghargaan ini bukan akhir, justru awal untuk lebih baik. Target kami, masyarakat benar-benar merasa manfaat dari data yang kami sajikan,” pungkas Dwi.
Kelurahan Pakulonan telah membuktikan bahwa data bukan sekadar angka. Di tangan yang tepat, data bisa menjadi senjata perubahan dan kesejahteraan. (Adv)
















