Tangsel Perkuat Identitas Budaya Lewat Gebyar Tradisi Betawi di Rempoa

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapangan Bola Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, berubah menjadi lautan budaya Betawi saat Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan digelar meriah pada Sabtu (9/5/2026). Ribuan warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan ragam pertunjukan seni tradisional yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Nuansa khas Betawi langsung terasa sejak acara dimulai. Tradisi palang pintu membuka rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan gelak tawa penonton. Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama bersama jajaran turut ambil bagian dalam prosesi tersebut, menambah semarak suasana yang dipenuhi irama musik gambang kromong dan atraksi pencak silat khas Betawi.

Tak hanya itu, tradisi sundut petasan juga menjadi perhatian masyarakat yang hadir. Dentuman petasan yang menggema di tengah lapangan seolah menghidupkan kembali suasana kampung Betawi tempo dulu, membuat pengunjung larut dalam kemeriahan budaya yang mulai jarang ditemui di tengah modernisasi kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan budaya tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Danramil Ciputat Mayor Inf. Tarsan, perwakilan Kapolsek Ciputat Timur Iptu Iwan, Ketua IPSI Kota Tangerang Selatan Delima Bungsu Andi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sugeng, tokoh masyarakat Rempoa, hingga para pelaku budaya Betawi.

Dalam sambutannya, Benyamin Davnie menegaskan bahwa budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Tangerang Selatan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya Betawi bukan sekadar kesenian semata, tetapi juga identitas, sejarah, dan nilai luhur masyarakat yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Kota Tangerang Selatan menjadi kekuatan tersendiri, dan budaya Betawi merupakan salah satu akar budaya yang tumbuh kuat di tengah masyarakat urban Tangsel.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Lembaga Budaya Betawi (LBB) yang dinilai konsisten menjaga eksistensi budaya melalui berbagai kegiatan seni dan tradisi yang melibatkan masyarakat luas.

“Gebyar Tradisi Betawi bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga ruang edukasi budaya, ruang silaturahmi, sekaligus sarana memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda,” kata Benyamin.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan zaman.

“Kota yang maju bukan hanya dilihat dari pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari kuatnya karakter budaya masyarakatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya sendiri.

“Tradisi Betawi harus terus dijaga agar anak-anak muda tetap mengenal identitas daerah dan budaya leluhurnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan berharap perhatian pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya terus ditingkatkan, baik melalui program pembinaan maupun dukungan kegiatan budaya di daerah.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak, terutama pemerintah dan masyarakat.

Antusiasme warga yang memadati lokasi acara menjadi bukti bahwa budaya Betawi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Selain menjadi hiburan rakyat, Gebyar Tradisi Betawi di Rempoa juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan cinta generasi muda terhadap budaya lokal sebagai warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan. (Red)

Berita Terkait

Kiprah Tujuh Tahun Menanti Sertipikat: Warga Keranggan Setu Kecewa Program PTSL Tak Kunjung Tuntas
SISGITA Tangsel Dilirik 58 Daerah, Data Tanah dan Pajak Bakal Disatukan
Tajurhalang Kekurangan SMK Negeri, Kenapa yang Diusulkan Justru SMA Baru?
PUBLIKASI KECAMATAN PARUNG TAHUN 2026
Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume
Perbaiki Turap Kali Salak Tanpa Papan Proyek: Proyek DSDABMBK Tangsel, Duitnya dari Siapa?
Abu Erupsi Anak Krakatau Menyebar! Jakarta hingga Bengkulu Terdampak, Penerbangan Mulai Terganggu
Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 23:14 WIB

Kiprah Tujuh Tahun Menanti Sertipikat: Warga Keranggan Setu Kecewa Program PTSL Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 22 September 2026 - 09:09 WIB

SISGITA Tangsel Dilirik 58 Daerah, Data Tanah dan Pajak Bakal Disatukan

Minggu, 20 September 2026 - 21:51 WIB

Tajurhalang Kekurangan SMK Negeri, Kenapa yang Diusulkan Justru SMA Baru?

Senin, 14 September 2026 - 21:34 WIB

PUBLIKASI KECAMATAN PARUNG TAHUN 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume

Berita Terbaru

HEADLINE

PUBLIKASI KECAMATAN GUNUNG SINDUR TAHUN 2026

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:18 WIB

DAERAH

PUBLIKASI KECAMATAN PARUNG TAHUN 2026

Senin, 14 Sep 2026 - 21:34 WIB