MELEDAK! Dua Oknum TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi di BNPB, KPK Surati Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | JAKARTA – Skandal korupsi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) makin merembet. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menduga ada keterlibatan dua prajurit aktif TNI dalam pusaran kasus tersebut.

Dugaan itu yang menjadi dasar KPK mengirim surat resmi kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada 20 Oktober 2026.

“Sejauh ini yang kami sampaikan (dalam surat) ada dua oknum TNI aktif yang ada di dalam konstruksi perkara tersebut,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (21/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat itu, KPK membeberkan secara utuh konstruksi perkara, peran para pihak, termasuk peran dua oknum TNI tersebut.

“KPK tentu berharap dari pihak TNI nanti juga akan segera menindaklanjuti dari apa yang kami sampaikan dalam surat tersebut,” kata Budi.

Hingga kini, Panglima TNI belum memberikan respons. KPK menyatakan siap memberikan dukungan penuh jika Pusat Polisi Militer (Puspom TNI) turun tangan.

Kasus ini sendiri sudah menjerat lima tersangka. Salah satunya yang paling menyita perhatian adalah Bima Setiawan, adik Kepala BNPB Suharyanto yang juga tercatat sebagai tenaga ahli di BNPB.

Empat tersangka lainnya adalah:
Gabriel Purwaka Sigit – Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB / PPK, Richard Erlangga – Tenaga ahli BNPB, Gery Prasetiawan – Pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarian – Pihak swasta

Mereka diduga terlibat konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa senilai Rp148 miliar serta dugaan suap kepada pejabat terkait proses pengadaan tersebut. (Red)

Berita Terkait

Terungkap Masalah Banyaknya Kendaraan Dinas Damkar Tangsel yang Menunggak Pajak
Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tingkatkan Literasi Hukum Digital Siswa SMK Grafika untuk Cegah Kejahatan Siber
Milad Pertama dan Pengukuhan Padepokan Beksi Al Idris: Guru Besar Idris A Karim Ajak Tangsel Jaga Silat Sebagai Kearifan Lokal
Reses DPRD Bogor Dapil VI di Parung Cuma 1 Jam Tanpa Dialog, Aspirasi Dialihkan ke Barcode
Motivator ‘Gedor Pintu Langit’ Ustadz Aris Alwi Berang! Ada Oknum Tipu Jamaah Pakai Namanya, Minta Bayar Rp2-4 Juta
Anton Demokrat: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekadar Hafalan, Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Anton Demokrat Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Dasco: Politik Itu Merawat Persahabatan dan Kolaborasi
Anton Demokrat Apresiasi Pelantikan Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad: Rekam Jejaknya Modal Kuat Jaga Kedaulatan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

MELEDAK! Dua Oknum TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi di BNPB, KPK Surati Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Terungkap Masalah Banyaknya Kendaraan Dinas Damkar Tangsel yang Menunggak Pajak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tingkatkan Literasi Hukum Digital Siswa SMK Grafika untuk Cegah Kejahatan Siber

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Milad Pertama dan Pengukuhan Padepokan Beksi Al Idris: Guru Besar Idris A Karim Ajak Tangsel Jaga Silat Sebagai Kearifan Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Reses DPRD Bogor Dapil VI di Parung Cuma 1 Jam Tanpa Dialog, Aspirasi Dialihkan ke Barcode

Berita Terbaru