KanalNasional.com | TANGSEL — Padepokan Beksi Al Idris resmi dikukuhkan sekaligus menggelar Milad ke-1 di Kampung Gedong RT 03 RW 02, Jombang, Tangerang Selatan, Sabtu 17/10/2026. Acara ini menjadi tonggak awal kebangkitan budaya pencak silat di wilayah Jombang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Guru Besar dan Pimpinan Beksi Al Idris H. Idris A. Karim, Pembina 2 Padepokan Bang Mulya, Pembina 1 Andi Priyatna, Ketua Padepokan Subhi Pudlika, Humas Bang Radika, tokoh masyarakat Ust. Sukri, H. Rahmat, H. Wahab, serta Ketua RT setempat.
Pembina Padepokan, Bang Mulya, menegaskan pentingnya membudayakan pencak silat sebagai kearifan lokal Kota Tangsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kebudayaan pencak silat di kota Tangsel ini tinggi, mari kita budayakan dan tingkatkan. Untuk ade-ade jaga potensi, kembangkan budaya dan jaga nama baik Padepokan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT. Ia mengaku bangga dengan kehadiran padepokan di lingkungannya karena dinilai membawa kegiatan positif bagi pemuda.
“Saya sangat bangga adanya Padepokan ini, karena mendidik dalam hal positif. Beladiri ini jangan sampai disalahgunakan. Ibarat kata lo punya mainan jangan sombong,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Guru Besar H. Idris A. Karim menekankan bahwa padepokan ini hadir untuk membentengi anak-anak dari pergaulan negatif seperti tawuran.
“Jangan sampai anaknya bilang bu saya ke rumah teman, tapi bukan ke rumah teman malah pergi nongkrong terus tawuran di jalan. Inilah yang kita jaga bersama-sama,” kata H. Idris.
Ia juga menegaskan bahwa IPSI yang dipimpinnya sudah berskala nasional, bukan hanya se-Tangsel. “Alhamdulillah sudah 4 kali kejuaraan di Bandung. Mudah-mudahan ada kegiatan nanti, agar anak-anak kita ini bisa memimpin dari persilatan-persilatan di Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya.
H. Idris menyebut dirinya juga menjabat sebagai pemimpin perguruan silat Beksi di Kota Tangsel yang membawahi 7 kecamatan. Ia mengaku sudah diresmikan oleh Wali Kota Tangerang Selatan dan memiliki akta notaris serta legalitas hukum yang lengkap.
“Marilah bapak-bapak kita dukung anak-anak kita. Mau menggerakkan anak-anak ini nggak bakal bisa Bu kalau tidak disupport, baik pengajiannya maupun silatnya. Kalau nggak disupport bahaya,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi perempuan dalam latihan silat. “Sekarang cewek latihan juga banyak. Ini bukan sok jadi jagoan, ini olahraga. Olahraga itu penting, ngilangin penyakit” ujarnya.
Dalam kesempatan itu H. Idris juga menyoroti minimnya perhatian terhadap budaya di Jombang.
Ia bersyukur akhirnya ada pihak yang mendukung berdirinya padepokan ini. “Untung ada yang bantu saya ini. Saya nggak bisa apa-apa. Terima kasih dari saya, terima kasih,” pungkasnya.
Dengan dikukuhkannya Padepokan Beksi Al Idris, warga Jombang berharap lahir generasi muda Tangsel yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berakhlak dan mencintai budaya bangsa. (Red)
















