Olahraga Menjadi Sarana Diplomasi untuk RI Gabung ‘Geng Negara Maju’ di OECD

Jumat, 1 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dinner bareng 33 dubes, salah satunya membahas masa depan RI di OECD.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dinner bareng 33 dubes, salah satunya membahas masa depan RI di OECD.

KanalNasional.com | Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar makan malam dengan duta besar negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Rabu malam (28/2/2024).

Makan malam ini merupakan ucapan terima kasih Indonesia karena OECD resmi memulai tahapan diskusi aksesi atas ketertarikan RI bergabung ke geng negara maju tersebut.

Akan tetapi, ada yang unik dari jamuan makan malam itu, yakni kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga menemani Airlangga dalam makan malam itu, bahkan hingga konferensi pers seusai acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo saat memberikan keterangan pers.

Usai kegiatan saat konferensi pers, Dito menjelaskan bahwa kehadirannya bukan tanpa alasan. Dia mengatakan OECD merupakan sebuah forum diplomasi antar negara. Dia menyebut aspek budaya, olahraga dan pemuda bisa menjadi sarana diplomasi yang baik agar Indonesia bisa masuk menjadi anggota organisasi ini.

“OECD itu ada 38 negara, ada Amerika, ada Italia dan juga negara maju lainnya. OECD itu salah satu bentuk diplomasi, jadi kadang ada komunikasi yang agak tegang,” kata Dito dalam konferensi pers yang digelar di The Langham Jakarta, Rabu, (28/2).

Dito mengatakan ketika komunikasi mulai menegang, maka olahraga adalah aspek yang bisa digunakan untuk mencairkan hubungan antar negara tersebut. “Biasanya dengan budaya, dengan olahraga, anak muda ini bisa jadi hubungan komunikasi yang baik, jadi perannya di situ,” jelas Dito.

Sementara itu, Airlangga menjelaskan kehadiran Menpora dalam makan malam itu berhasil mencapai hasil yang baik. Dia mengatakan Menpora sudah berkomunikasi dengan Australia untuk kerja sama di bidang tayangan olahraga.

“Tadi salah satunya dengan Australia, bagaimana dari segi sport entertainment bisa didorong karena ini bisa jadi pemicu untuk pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Airlangga menggelar jamuan makan malam dengan para dubes negara OECD setelah organisasi itu menyetujui dimulainya tahapan diskusi aksesi. Diskusi aksesi merupakan tahapan lanjutan dari ketertarikan Indonesia untuk bergabung ke OECD.

OECD adalah organisasi yang berisi sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Jerman. Dengan bergabung ke organisasi ini, Indonesia berharap bisa mendapatkan dukungan dari segi kebijakan dan pedoman untuk menjadi negara dengan pendapatan tinggi.

Ketika mencapai tahap diskusi aksesi, artinya seluruh negara anggota sudah menyetujui Indonesia bergabung. Namun, masih ada tahapan yang harus dilalui oleh Indonesia, yakni melakukan penyesuaian aturan, struktur dan regulasi yang sesuai dengan standar negara-negara anggota.

Airlangga meyakini Indonesia akan bisa segera melakukan reformasi-reformasi yang diminta tersebut. Dia menargetkan Indonesia bisa resmi bergabung ke OECD dalam waktu 2 sampai 3 tahun lagi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog
JSA Taklukkan Tawon Putra 3-1 di Askot, Pesta Gol di Blok S Jaksel
9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal
Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang
Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap
Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan
Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu
Asap Sampah dan Karoke Ganggu Fokus Latihan, Atlet Pencak Silat Tangsel Terancam Batal Tanding di POPDA

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:36 WIB

JSA Taklukkan Tawon Putra 3-1 di Askot, Pesta Gol di Blok S Jaksel

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:14 WIB

9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WIB

Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB