KanalNasional.com – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki mengusulkan Pemerintah Kota Bekasi menambah 1.000 unit CCTV untuk memantau dan mengantisipasi aksi kejahatan jalanan . – Belakangan aksi kejahatan seperti tawuran dan pembegalan semakin marak di Kota Bekasi.
“Dengan pemasangan CCTV di sejumlah titik yang dianggap rawan, memudahkan kita mencegah (kejahatan) jalanan tersebut,” ucap Hengki Kamis (17/3).
Upaya tersebut, kata Hengki akan memberikan rasa aman untuk seluruh warga Kota Bekasi. Keberadaan CCTV juga akan membantu polisi dalam mengungkap setiap tindakan kriminalitas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi untuk mewujudkan rasa aman itu harus dibarengi kemajuan teknologi yang ada,” imbuhnya.
Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota bersama tim Jatanras Polda Metro Jaya menjaring 43 remaja yang diduga hendak melakukan tawuran pada Sabtu (12/3) dan Minggu (13/3) lalu.
Para remaja tersebut diamankan di dua lokasi berbeda yang sering menjadi titik tawuran di Kota Bekasi, yakni di Jalan Bungur, Bekasi Utara, dan di Ganda Agung, perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.
Aksi kriminal lainnya terjadi di Jalan Mustika Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (8/3), seorang ibu hamil berinisal S menjadi korban perampasan sepeda motor ketika hendak berangkat bekerja. Selain berhasil mengambil motor S, pelaku yang diduga berjumlah lebih dari dua orang itu juga mendorong S yang sedang hamil hingga jatuh tersungkur.
Pelaku juga sempat mengacungkan senjata tajam kepada korban. Pada hari yang sama, lima anggota gangster bersenjata tajam ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota. Tiga di antaranya masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Lalu, pada 15 Februari 2022, tawuran terjadi di perempatan silang rel kereta api Jalan M Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kota Bekasi.(sgr)














