Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK, Jadi Kepala Daerah Kedua dalam Sebulan

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Saat ini, giliran Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang diamankan dalam operasi senyap di wilayah Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (7/11/2025).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta. Ia menambahkan, tim KPK masih berada di lapangan untuk melakukan pemeriksaan intensif dan pengumpulan bukti awal.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Sugiri dan pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Meski demikian, Budi belum menjelaskan detail kasus maupun jumlah orang yang ikut dibekuk bersama sang bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan Sugiri menambah daftar panjang kepala daerah yang terjaring OTT KPK sepanjang 2025. Ini merupakan operasi tangkap tangan ketujuh yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut tahun ini — hanya berselang empat hari setelah KPK menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid atas dugaan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau.

Sepanjang 2025, KPK telah melakukan tujuh OTT besar, mulai dari kasus suap proyek infrastruktur hingga dugaan pemerasan di kementerian. Di antaranya menyasar pejabat di Dinas PUPR Ogan Komering Ulu (Maret), proyek jalan di Sumatera Utara (Juni), pembangunan RSUD Kolaka Timur (Agustus), hingga kasus suap pengelolaan kawasan hutan dan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.

Rangkaian OTT yang terus terjadi ini menjadi sinyal kuat bahwa praktik korupsi di berbagai level pemerintahan masih marak. Publik kini menanti langkah tegas KPK dalam menuntaskan kasus Ponorogo dan memastikan transparansi penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu. (*)

Berita Terkait

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume
Perbaiki Turap Kali Salak Tanpa Papan Proyek: Proyek DSDABMBK Tangsel, Duitnya dari Siapa?
Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong
Camat Ciseeng Tinjau Revitalisasi SMPN 2, Tiga Ruang Kelas Baru Segera Dibangun
Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel
KPK Membawa Dokumen dan Dua Koper Dari Dinas Pendidikan Kab Bogor, yang Sebelumnya Bapenda dan BPKSDM
BIN Dorong UU Khusus Tangkal Intervensi Asing, Herindra: Indonesia Jangan Naif
KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume

Kamis, 10 September 2026 - 08:51 WIB

Perbaiki Turap Kali Salak Tanpa Papan Proyek: Proyek DSDABMBK Tangsel, Duitnya dari Siapa?

Minggu, 6 September 2026 - 17:04 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong

Kamis, 3 September 2026 - 18:10 WIB

Camat Ciseeng Tinjau Revitalisasi SMPN 2, Tiga Ruang Kelas Baru Segera Dibangun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel

Berita Terbaru