Bocah Obesitas Meninggal Dunia, Ini Bahayanya Bila Ada Komplikasi

Senin, 21 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KanalNasinal.com – Rafka Adi Putra, seorang bocah pengidap obesitas (11), warga Desa Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia, pada Minggu (20/3) pagi. Rafka berbobot 126 kilogram akhirnya meninggal di RSUD Kabupaten Bekasi setelah beberapa hari menjalani perawatan.

Samin, ayah dari Rafka Adi mengatakan putranya  dilarikan ke rumah sakit pada Jumat 18 Maret 2022, karena mengeluh sakit di kedua kakinya. Ia pun mendapatkan perawatan intensif di ruang perawatan anak.

“Sempet dipindahkan ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) karena kondisinya yang semakin menurun,’ kata Samin, Senin (21/3)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kondisi Putra tak kunjung membaik, hingga akhirnya bocah malang itu mengembuskan napas pada Minggu pagi. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium rumah sakit, Putra diketahui menderita sejumlah penyakit (komplikasi) karena berat badannya yang terus bertambah.

“Komplikasi liver, jantung, serta asam urat, akibat berat badan yang terus bertambah. Habis subuh dikabarin sudah tidak ada, kata dokternya itu jantungnya lemah,” katanya.

Saat menjalani perawatan, Putra sempat mengalami sesak napas hingga harus menggunakan ventilator. Putra juga ditangani oleh beberapa dokter spesialis lantaran komplikasi yang dideritanya.

“Penangananya dan obat sudah dikasih yang terbaik. Semua dokter itu terlibat, dari dokter anak, kulit, gizi, semua terlibat membantu Putra di situ,” terang Samin

Menanggapi hal tersebut, dokter dari salah satu Rumah sakit di Jakarta, dokter Rizki Dwi Mulyanti mengatakan obesitas memang memiliki risiko kematian, apalagi jika ada masalah kesehatan lainnya selain bobot berlebih itu sendiri.

“Harus di observasi, apakah ada penyakit penyerta sebelum atau setelah obesitas, serta seberapa parah komplikasi yang muncul akibat obesitas bisa jadi pencetus masalah lebih serius, bahkan sebabkan meninggal dunia,” terangnya

Dokter Rizky mengatakan obesitas muncul bukan dalam waktu singkat. Itu adalah gangguan kesehatan yang melibatkan lemak tubuh berlebih yang berlangsung lama. Energi (kalori) yang masuk lebih banyak dan energy expenditure kecil, sehingga ada ketidakseimbangan dan jika dibiarkan akan menjadi faktor risiko masalah kesehatan. .

“Ketika proses pertumbuhan dan perkembangannya mengalami masalah akibat obesitas yang diidap, itu bisa memengaruhi kualitas pembentukan organ tubuh, bisa tidak berkembang sempurna dan itu bahaya,” terangnya.

Obesitas membuat pertumbuhan dan perkembangan tubuh si anak jadi harus bekerja lebih keras dan karena kondisi itu juga bisa memunculkan gangguan di tubuhnya.

“Jadi jangan dianggap sepele obesitas pada anak. Anak yang terlalu gemuk sama tidak hanya lucu atau menggemaskan, tapi malah bisa membahayakan!,” tukasnya.(red)

 

Berita Terkait

Indonesia Pimpin Kolaborasi Eliminasi TB Asia Tenggara, ASEAN4TB Perkuat Riset Regional
Komisi IV Desak Kepala Puskesmas Rawa Tembaga Dicopot, Usai Kasus Obat Kedaluwarsa
Program MBG Hadir di Desa Sukamahi Bekasi, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Generasi Unggul
Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah
Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM
Kapolri Tancap Gas! Targetkan 409 Dapur Makan Bergizi Gratis Tersebar di Seluruh Indonesia Akhir 2025

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:41 WIB

Indonesia Pimpin Kolaborasi Eliminasi TB Asia Tenggara, ASEAN4TB Perkuat Riset Regional

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:23 WIB

Komisi IV Desak Kepala Puskesmas Rawa Tembaga Dicopot, Usai Kasus Obat Kedaluwarsa

Senin, 25 Mei 2026 - 15:11 WIB

Program MBG Hadir di Desa Sukamahi Bekasi, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Generasi Unggul

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:16 WIB

Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:32 WIB

Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:33 WIB

EKONOMI & BISNIS

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Kamis, 9 Jul 2026 - 08:44 WIB