KanalNasinal.com – Rafka Adi Putra, seorang bocah pengidap obesitas (11), warga Desa Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia, pada Minggu (20/3) pagi. Rafka berbobot 126 kilogram akhirnya meninggal di RSUD Kabupaten Bekasi setelah beberapa hari menjalani perawatan.
Samin, ayah dari Rafka Adi mengatakan putranya dilarikan ke rumah sakit pada Jumat 18 Maret 2022, karena mengeluh sakit di kedua kakinya. Ia pun mendapatkan perawatan intensif di ruang perawatan anak.
“Sempet dipindahkan ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) karena kondisinya yang semakin menurun,’ kata Samin, Senin (21/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kondisi Putra tak kunjung membaik, hingga akhirnya bocah malang itu mengembuskan napas pada Minggu pagi. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium rumah sakit, Putra diketahui menderita sejumlah penyakit (komplikasi) karena berat badannya yang terus bertambah.
“Komplikasi liver, jantung, serta asam urat, akibat berat badan yang terus bertambah. Habis subuh dikabarin sudah tidak ada, kata dokternya itu jantungnya lemah,” katanya.
Saat menjalani perawatan, Putra sempat mengalami sesak napas hingga harus menggunakan ventilator. Putra juga ditangani oleh beberapa dokter spesialis lantaran komplikasi yang dideritanya.
“Penangananya dan obat sudah dikasih yang terbaik. Semua dokter itu terlibat, dari dokter anak, kulit, gizi, semua terlibat membantu Putra di situ,” terang Samin
Menanggapi hal tersebut, dokter dari salah satu Rumah sakit di Jakarta, dokter Rizki Dwi Mulyanti mengatakan obesitas memang memiliki risiko kematian, apalagi jika ada masalah kesehatan lainnya selain bobot berlebih itu sendiri.
“Harus di observasi, apakah ada penyakit penyerta sebelum atau setelah obesitas, serta seberapa parah komplikasi yang muncul akibat obesitas bisa jadi pencetus masalah lebih serius, bahkan sebabkan meninggal dunia,” terangnya
Dokter Rizky mengatakan obesitas muncul bukan dalam waktu singkat. Itu adalah gangguan kesehatan yang melibatkan lemak tubuh berlebih yang berlangsung lama. Energi (kalori) yang masuk lebih banyak dan energy expenditure kecil, sehingga ada ketidakseimbangan dan jika dibiarkan akan menjadi faktor risiko masalah kesehatan. .
“Ketika proses pertumbuhan dan perkembangannya mengalami masalah akibat obesitas yang diidap, itu bisa memengaruhi kualitas pembentukan organ tubuh, bisa tidak berkembang sempurna dan itu bahaya,” terangnya.
Obesitas membuat pertumbuhan dan perkembangan tubuh si anak jadi harus bekerja lebih keras dan karena kondisi itu juga bisa memunculkan gangguan di tubuhnya.
“Jadi jangan dianggap sepele obesitas pada anak. Anak yang terlalu gemuk sama tidak hanya lucu atau menggemaskan, tapi malah bisa membahayakan!,” tukasnya.(red)














