Kerja Tiga Hari Tanpa Henti, Warga dan Relawan Berhasil Pulihkan Pipa Air Bersih 2 Kilometer di Aek Ngadol

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Tapanuli Selatan — Harapan baru mengalir kembali bagi warga Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah bekerja keras selama tiga hari berturut-turut, relawan Posko Kemanusiaan SARMMI bersama warga setempat berhasil memulihkan jaringan pipa utama air bersih sepanjang 2 kilometer yang sebelumnya rusak parah akibat banjir besar Sumatera. Pemulihan tuntas pada Rabu, 17 Desember 2025.

Pekerjaan perbaikan pipa air bersih ini sepenuhnya digerakkan oleh kekuatan warga desa, dengan dukungan relawan lintas komunitas. Pada hari pertama, pengerjaan dipimpin tokoh pemuda setempat, Deindra Hutagalung. Sementara hari kedua hingga rampung, kepemimpinan lapangan diambil alih oleh Mara Agian Siagian, mantan Kepala Desa Aek Ngadol yang menjadi pencetus pembangunan jaringan pipa air bersih tersebut sekitar 25 tahun silam.

Relawan Posko Kemanusiaan SARMMI yang terlibat langsung di lapangan berasal dari Mapala UMY, Mapala Stacia UMJ, Sapta Pala Jakarta, Himadikum UMRI, dan Kompel UMTS. Dukungan tenaga juga datang dari Relawan Nusantara serta Relawan Independen yang bahu-membahu membantu warga di titik-titik tersulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaringan pipa ini memiliki peran vital bagi kehidupan warga. Selain mengalirkan air ke rumah-rumah penduduk, pipa utama tersebut juga menyuplai air bersih ke Masjid Babusalam Aek Ngadol dan SMK Negeri 1 Batang Toru. Sumber air berasal dari sungai yang berada jauh di kawasan perbukitan dan hutan, kemudian dialirkan melintasi badan sungai, hutan, semak belukar, kebun warga, area persawahan, hingga akhirnya masuk ke pusat permukiman Desa Aek Ngadol.

Saat banjir bandang melanda, jaringan pipa mengalami kerusakan serius. Banyak sambungan pipa dari sumber air hingga ujung desa terlepas. Pipa yang melintasi area persawahan hampir seluruhnya tertimbun lumpur hingga kedalaman mencapai dua meter. Sementara pipa di sepanjang tepi Sungai Aek Ngadol—anak Sungai Garoga—tidak tertimbun longsor, namun hilang terseret air bah yang membawa ribuan kubik lumpur serta batang pohon berbagai ukuran.

Relawan SARMMI, Ahyar Stone, menegaskan bahwa kunci keberhasilan perbaikan pipa terletak pada peran aktif warga.
“Perencanaan dan pengaturan sistem kerja sepenuhnya dari warga. Mereka sangat paham jaringan pipa di desanya karena merekalah yang memasangnya 25 tahun lalu. Kami para relawan turun ke lapangan untuk membantu tenaga dan pelaksanaan,” ujarnya.

Senada, relawan Mapala Stacia UMJ, Agusta Tersiantara, menyebut kepemimpinan lapangan menjadi faktor penting kelancaran pekerjaan.
“Dengan kepemimpinan Deindra Hutagalung dan Mara Agian Siagian, perbaikan pipa berlangsung efektif dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga korban bencana. Tanpa pasokan air bersih, penderitaan warga akan semakin berat dan proses pemulihan kehidupan nyaris mustahil dilakukan. Kini, dengan kembali mengalirnya air bersih melalui jaringan pipa utama, warga Desa Aek Ngadol mulai menatap masa pemulihan dengan optimisme.

Pulihnya aliran air bukan sekadar perbaikan infrastruktur, tetapi menjadi simbol bangkitnya harapan dan solidaritas antara warga dan relawan pascabencana. (AS)

Berita Terkait

Ribuan Warga Tajurhalang Tumpah Ruah, Rayakan HUT ke-81 RI dengan Karnaval dan Semangat Gotong Royong
Salurkan Bantuan untuk 2.000 Pengungsi, OT Peduli Gempa Nagekeo
Ribuan Warga Gruduk Kantor Camat Ciseeng, Karena Rangkaian Menyambut HUT RI
Camat Tajurhalang Turun ke Jalan, 500 Bendera Merah Putih Dibagikan untuk Semarak HUT RI ke-81
Satu Lagi Mobil Dinas Sosial Tangsel Terpantau Tidak Bayar Pajak Sejak 2022
Proyek Kantor Kecamatan Gunungsindur Rp12 Miliar Disorot, Dinilai Tidak Transparan
Parkir Pasar Ciputat Dikelola Dua Wilayah, Kab Tangerang dan Kota Tangerang Selatan
Bangli Saung Kuliner di Bibir Sungai Cisadane Belum Ditertibkan, Camat Ciseeng Sebut Masih Tunggu Proses Administrasi

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Salurkan Bantuan untuk 2.000 Pengungsi, OT Peduli Gempa Nagekeo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Ribuan Warga Gruduk Kantor Camat Ciseeng, Karena Rangkaian Menyambut HUT RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Camat Tajurhalang Turun ke Jalan, 500 Bendera Merah Putih Dibagikan untuk Semarak HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Satu Lagi Mobil Dinas Sosial Tangsel Terpantau Tidak Bayar Pajak Sejak 2022

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Proyek Kantor Kecamatan Gunungsindur Rp12 Miliar Disorot, Dinilai Tidak Transparan

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:30 WIB