KanalNasional.com – Rendahnya serapan program bantuan dana hibah Rp100 juta per RW menjadi perhatian Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi. Pasalnya, dari ribuan RW yang ada, hingga saat ini baru sekitar 65 RW yang mengajukan pencairan bantuan tersebut.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, mengatakan pihaknya akan mengundang sejumlah stakeholder dalam waktu dekat guna membahas persoalan dan penyebab pencairan dana yang telah disiapkan Pemerintah Kota Bekasi.
“Kita akan panggil dulu ke Komisi I. Kami ingin mengetahui apa sebenarnya kendala yang terjadi sehingga pengajuan pencairan dana hibah Rp100 juta per RW masih sangat minim,” ujar Rizki saat dikonfirmasi langsung melalui telepon, Selasa (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Kota Bekasi perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai hambatan yang dihadapi di lapangan, baik dari sisi administrasi, regulasi, maupun kesiapan para pengurus RW dalam memenuhi persyaratan pencairan.
Pembahasan bersama stakeholder tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi agar program yang digadang-gadang mampu mendorong pembangunan berbasis lingkungan itu dapat berjalan optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Rizki menilai evaluasi perlu dilakukan secepatnya mengingat anggaran telah disiapkan, namun realisasi program masih jauh dari target. Hasil rapat nantinya akan menjadi dasar bagi DPRD untuk menentukan langkah lanjutan dalam mendorong percepatan penyerapan dana hibah di tingkat RW.
“Pokoknya dalam waktu dekat ini Komisi I akan panggil para stakeholder,” pungkasnya.
Dengan pemanggilan para pihak terkait, DPRD berharap akar persoalan dapat terungkap sehingga program Rp100 juta per RW tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung pembangunan lingkungan di Kota Bekasi. (red)
















