KanalNasional.com, Kota Bekasi — Keluarga besar Parsadaan Pomparan Borsak Jungjungan Silaban (PBJS) se-Jabodetabek menggalang 1.000 tanda tangan dukungan untuk mengusulkan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional.
Pengumpulan dukungan tersebut dilakukan dalam Pesta Parolopolopon PBJS se-Jabodetabek 2026 yang digelar di Grand Graha Delima 2, Kota Bekasi, Minggu (11/10/2026).
Ketua Umum PBJS se-Indonesia dan Dunia, Pantas Silaban, mengatakan pengusulan Friedrich Silaban menjadi salah satu bagian penting dalam perhelatan tersebut. Menurutnya, sosok arsitek kelahiran Bonandolok, Sumatera Utara, itu memiliki kontribusi besar bagi Indonesia melalui karya-karya arsitekturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami juga mengajak seluruh keluarga besar Pomparan Borsak Jungjungan Silaban untuk bersatu mendukung pengusulan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional. Beliau merupakan putra terbaik bangsa yang telah memberikan kontribusi besar melalui karya-karya arsitekturnya bagi Indonesia,” kata Pantas Silaban saat konferensi pers.
Friedrich Silaban lahir pada 16 Desember 1912. Namanya dikenal melalui sejumlah karya arsitektur monumental, di antaranya Masjid Istiqlal Jakarta dan Monumen Nasional (Monas).
Melalui pengumpulan 1.000 tanda tangan, PBJS ingin memperkuat dukungan masyarakat terhadap proses pengusulan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional. Gerakan tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan kembali kiprah dan karya Friedrich Silaban kepada generasi muda.
Pantas menegaskan, pengusulan tersebut tetap harus mengikuti proses dan ketentuan yang berlaku. Namun, dukungan masyarakat dinilai penting untuk menunjukkan penghargaan terhadap jasa dan kontribusi Friedrich Silaban bagi Indonesia.
Penggalangan dukungan tersebut menjadi bagian dari Pesta Parolopolopon PBJS se-Jabodetabek 2026. Kegiatan ini digelar setiap empat tahun sekali berdasarkan AD/ART perkumpulan.
Selain pengumpulan tanda tangan, kegiatan diisi prosesi adat Batak Toba, ibadah syukur dan tortor bersama. Rangkaian tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan keluarga besar Silaban sekaligus menjaga warisan budaya Batak Toba.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus tumbuh menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan, menghormati leluhur, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Dengan pengumpulan 1.000 tanda tangan tersebut, PBJS tidak hanya merawat hubungan kekerabatan, tetapi juga mendorong penghargaan yang lebih luas terhadap jasa Friedrich Silaban sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah arsitektur Indonesia.
















