Kiprah Tujuh Tahun Menanti Sertipikat: Warga Keranggan Setu Kecewa Program PTSL Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Harapan Suhanda (65), warga Kampung Keranggan RT 08/RW 03, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), untuk memiliki sertipikat tanah resmi masih menggantung. Pengurusan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang ia jalani sejak 2019 silam hingga kini belum membuahkan hasil.

​Suhanda menuturkan bahwa seluruh berkas dan syarat administrasi yang diminta panitia PTSL tingkat kelurahan telah ia serahkan sepenuhnya. Namun, setelah tujuh tahun berlalu, sertipikat untuk lahan seluas 250 meter persegi miliknya tak kunjung terbit. Ironisnya, dokumen kepemilikan awal yang semula ia pegang kini tak lagi berada di tangannya.

​“Surat yang ada sebelumnya baru berupa girik. Tapi sampai sekarang saya jadi enggak punya surat apa-apa, karena sertipikat PTSL juga enggak ada,” ungkap Suhanda, Senin (22/9/2026).
​Upaya mencari titik terang terus dilakukan melalui anaknya, Cecep. Penjelasan awal dari pihak Kelurahan Keranggan menyebutkan adanya pergantian petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel yang menangani berkas tersebut. Baru pada April 2026, kelurahan menerbitkan surat keterangan berisi nomor urut berkas—tercatat dengan nomor berkas 53535 atas nama Cecep Bahailah—untuk ditindaklanjuti ke kantor pertanahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berbekal surat keterangan itu, Cecep mendatangi Kantor ATR/BPN Kota Tangsel di kawasan Lingkar Timur BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong. Di sana, ia bertemu dengan seorang pegawai BPN bernama Ferdi. Dari pertemuan tersebut, muncul informasi bahwa berkas masih diproses dan sedang menunggu ketersediaan blangko.

​Kejanggalan makin bertambah saat muncul kabar lain yang menyebutkan bahwa fisik sertipikat tersebut mengalami kerusakan. Akibatnya, pemohon diminta memenuhi sejumlah persyaratan administrasi ulang agar sertipikat baru dapat diterbitkan.

​Kondisi tanpa dokumen resmi selama tujuh tahun ini membawa ketidakpastian hukum sekaligus menyulitkan administrasi tanah keluarga Suhanda, termasuk urusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

​“Penjelasan dari pegawai BPN, katanya saya harus melunasi tunggakan PBB terlebih dulu, sebagai salah satu syarat bisa diterbitkan kembali sertipikat tanahnya,” pungkas Cecep. (Red)

Berita Terkait

GOM Rancabungur Rp18 Miliar Dipakai Latihan, Statusnya Masih ‘gelap’: Belum Serah Terima, Fasilitas Amburadul
Temuan BPK Soal Aset Liar di DSDABMBK Tangsel, Kejari Menunggu Adanya Laporan untuk Bertindak
Gelanggang Olahraga Rancabungur Rp18 Miliar ‘sunat’ Volume, Bpk Temukan Kelebihan Bayar Rp557 Juta
Air Mati Duluan, Pengumuman Nyusul: PDAM Tirta Kahuripan Gagal Layani Warga Parung
MEMANAS! Warga Ciputat Tangsel Tolak Keras Tower BTS, Ganti Baju XL ke STP Tanpa Izin Warga – Laporan ke Walikota Setahun Menguap!
LHP BPK Bongkar Aset Pemkot Tangsel Masih Disewa Setelah Habis Kontrak, DSDABMBK Bungkam
MELEDAK! Dua Oknum TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi di BNPB, KPK Surati Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Dugaan Pengoplosan LPG Subsidi di Cibogo Cisauk, Wartawan Diintimidasi Oknum Keamanan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:59 WIB

GOM Rancabungur Rp18 Miliar Dipakai Latihan, Statusnya Masih ‘gelap’: Belum Serah Terima, Fasilitas Amburadul

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Gelanggang Olahraga Rancabungur Rp18 Miliar ‘sunat’ Volume, Bpk Temukan Kelebihan Bayar Rp557 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Air Mati Duluan, Pengumuman Nyusul: PDAM Tirta Kahuripan Gagal Layani Warga Parung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:21 WIB

MEMANAS! Warga Ciputat Tangsel Tolak Keras Tower BTS, Ganti Baju XL ke STP Tanpa Izin Warga – Laporan ke Walikota Setahun Menguap!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:56 WIB

LHP BPK Bongkar Aset Pemkot Tangsel Masih Disewa Setelah Habis Kontrak, DSDABMBK Bungkam

Berita Terbaru

DAERAH

Pendopo Dibangun Untuk Rakyat, Tapi Rakyat Dilarang Masuk

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:32 WIB