KanalNasional.com | Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pekalongan pada Senin malam (20/1/2025) memicu bencana alam di sejumlah wilayah. Longsor, banjir, dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kecamatan Kedungwuni, Wonopringgo, Petungkriyono, Lebakbarang, Talun, dan Kajen.
Keadaan semakin mencekam ketika tiga orang dilaporkan hilang akibat longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono.
Tebing longsor menghantam rumah milik Kodir di desa tersebut. Kodir dan istrinya, Sudami, berhasil menyelamatkan diri, namun nasib tiga penghuni lainnya, Inawati (42), Afkar (4), dan Abyaz (1), masih belum jelas hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya evakuasi terkendala hujan deras yang terus mengguyur, pergerakan tanah yang tidak stabil, dan padamnya aliran listrik di wilayah pegunungan itu.
Slamet, warga setempat, menceritakan bahwa hujan deras sejak sore membuat sungai-sungai meluap dan memicu longsor di beberapa titik. “Kami sudah menghubungi tim SAR, tetapi evakuasi masih sulit dilakukan karena situasinya sangat berbahaya,” ujar Slamet.
Sementara itu, di Kecamatan Kedungwuni dan Wonopringgo, banjir mencapai tinggi dada orang dewasa. Di Desa Galangenganmpon, ketinggian air bahkan mencapai plafon rumah. “Banjir datang sangat cepat, beberapa warga terjebak di rumah. Kami masih menunggu bantuan dari tim SAR,” kata Dimas, warga setempat.
Nidhomudin, anggota SAR Bumi Santri Pekalongan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan longsor dan banjir di beberapa wilayah, termasuk Desa Kasimpar dan Galangenganmpon. “Kami saat ini fokus pada evakuasi warga di Desa Galangenganmpon, tetapi kondisi cuaca dan akses yang sulit menjadi tantangan besar,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat terkait langkah penanganan bencana. Situasi di lapangan masih genting, dan seluruh pihak berharap bantuan segera datang untuk menyelamatkan warga yang terdampak.
(Liputan oleh KanalNasional.com)
















