KanalNasional.com | Pemilu susulan digelar di 14 TPS wilayah Tangerang selatan, karena pada hari pencoblosan, Rabu 14 Februari 2024, terjadi banjir sepinggang orang dewasa di beberapa TPS sekitar Pondok Aren, sehingga tidak dimungkinkan dilakukan pencoblosan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel M Taufiq MZ mengatakan, Pemilu susulan atau mereka sebut dengan Pemungutan Suara Susulan (PSS) dilakukan di 14 TPS di Kota Tangsel, pada hari ini, Minggu (18/2/2024).
“Pemungutan suara susulan di 14 TPS se-Tangsel dikarenakan adanya force majeure atau adanya keadaan memaksa akibat bencana alam. Di Tangsel rata-rata karena banjir,” ungkap Taufiq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Taufiq, selain melaksanakan Pemilu susulan, pihaknya juga menyelenggarakan pemungutan suara lanjutan di TPS 13 Parigi Baru.
Selain itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, bersama Danramil, Dandim, serta Kapolres mengagendakan untuk mengkontrol ke 14 TPS pada Minggu (18/2/2024).
“Hari ini saya mengunjungi beberapa TPS di wilayah kecamatan Pondok Aren, yang kita tahu kemarin pada tanggal 14 itu ada kejadian banjir, sehingga harus dilakukan pemungutan suara susulan ya, dan di TPS yang lain ada pemungutan suara lanjutan,” kata Benyamin di TPS 73 dan 74 Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan.
Diketahui, Benyamin datang mengenakan kemeja putih polos berwana putih. Dia datang mengaku hendak memastikan suasana di TPS hari ini. Kendati begitu, dia mengklaim, situasi Pemilu di Tangsel berjalan kondusif.
“Jadi saya bersama Pak Danramil, Pak Dandim, bersama Pak Kapolres ingin melihat bagaimana suasana yang ada saat ini,” ucapnya.
“Alhamdulillah ya, informasi yang kami terima, koordinasi dengan KPU, dengan Bawaslu, dengan Dandim, Pak Danramil dan semua jajaran, tidak ada kejadian yang mengkhawatirkan selama penyelenggaraan pemungutan suara, kampanye, dan sebelumnya, sampai dengan hari ini. Alhamdulillah semuanya kondusif dan berjalan sesuai dengan aturan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Benyamin mengaku sempat khawatir akan partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara lanjutan hari ini. Namun, dia berharap minimal 85 persen masyarakat dapat hadir ke TPS.
“Ya memang jujur aja, saya ada rasa kekhawatiran kemarin itu harus dilakukan susulan atau ditunda pemilunya, pemungutan suaranya, karena jalan dari rumah warga ke titik ini itu tidak bisa dilalui, sehingga harus dilakukan pemungutan suara ulang,” Tutupnya.
















