KanalNasional.com | Pembangunan jembatan penghubung dua desa yakni, Desa Padurenan dan Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang berlokasi di Jalan Tanjung-Kampung Bulak RT04/05 mengakibatkan terputusnya jalur transportasi warga lewat akses jalan tersebut.
Proyek dinas PUPR Kabupaten Bogor yang dilaksanakan oleh CV. Karya Cipta Mandiri dengan no kontrak :630/B.001-12.5433/PEM-JBTN/PPJJ.1/SPMK/DPUPR, 6 Oktober 2023 dengan masa pelaksanaan 85 hari kalender itu menyedot anggaran senilai Rp 973.932.900,- bersumber dari APBD Kabupaten Bogor.
Namun, intensitas curah hujan yang cukup tinggi diakhir tahun 2023 ini, membuat kegiatan di lokasi proyek terlihat mengalami kendala. Pantauan KanalNasional.com sejumlah pekerja masih fokus melakukan pemasangan besi untuk badan jembatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya pa, pembangunan saat ini terkendala cuaca hujan. Siang airnya di sedot sorenya turun hujan,” kata salah satu pekerja di lokasi.

Sementara itu, lambannya proses pengerjaan proyek pembangunan jembatan banyak dikeluhkan warga yang kerap menggunakan akses jalan tersebut untuk mobilitas kegiatan ekonomi.
“Kami jadi susah lewat. Jalan ini biasanya padat mobilitas kendaraan tiap harinya. Terlebih kalau Perumahan Depkes banjir. Warga mau lewat ke mana lagi, jadi bingung putar-puter ngga karuan,” kata Endang, salah satu warga yang hendak melintas.
Terpisah Ketua BPD Desa Padurenan, Syarifudin yang melakukan sidak ke lokasi pembangunan jembatan di Jalan Tanjung bersama Sekertaris Camat Gunung Sindur, Jamaludin mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jembatan yang dilakukan CV. Karya Cipta Mandiri terkesan lambat.
“Kata pekerja proyek mereka baru tujuh pekan kerja. Berarti hampir dua bulan. Cuma hitungannya dari mana. Apakah dari tanggal kontrak?atau darimana?,” ujarnya kepada KanalNasional.com, Jumat(8/12/2023) di Kantor Desa Padurenan.
Ia juga sangat menyayangkan, pelaksana proyek yang kerap tidak ada dilokasi, sehingga sulit untuk menggali informasi langsung dari pihak kontraktor terkait progress yang mereka capai.
“Kami susah menggali informasi dari kontraktornya dilapangan. Mereka kadang selalu tidak ada ditempat. Paling Cuma para pekerjanya saja yang kasih penjelasan,” ujarnya.
Syarifudin menambahkan, saat reses anggota DPRD Kabupaten Bogor dapil VI , Senin (4/12/2023) di Kecamatan Gunung Sindur. Dia juga sempat menyampaikan kepada sejumlah anggota dewan yang hadir terkait lambannya pengerjaan proyek jembatan di Jalan Tanjung Desa padurenan.
“Kami berharap pengerjaannya bisa selesai tepat waktu. Sebab, akses jalan ini sangat vital, baik untuk aktivitas ekonomi warga maupun mobilitas kegiatan lainnya,”pungkasnya. (mln)














