Gaya Debat Capres 2024: Satu Malam, Tiga Pendekatan

Senin, 5 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo di Debat Capres - Cawapres 2024 ke Lima

Penampilan Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo di Debat Capres - Cawapres 2024 ke Lima

KanalNasional.com | Debat pamungkas Pilpres 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minggu (4/2/2024) tersebut mengangkat tema mengenai pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.

Dikomentari Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo menyebut seluruh capres ‘main aman’ dalam debat capres terakhir, Minggu tadi malam.

Suko melihat ada hal yang cukup menarik dari cara ketiga capres tersebut menyampaikan informasi dalam debat terakhir semalam. Mereka tampak konsisten dengan menggunakan metode yang dikuasainya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ganjar menggunakan three part structure, yang berisikan set up, confrontation, dan resolution. Misal bagaimana setiap narasi yang disampaikan oleh Ganjar selalu berangkat dari cerita-cerita yang ia temukan di masyarakat,” kata Suko, Senin (5/2/2024).

Bahkan, lanjut Suko, dalam salah satu momen, Ganjar Pranowo menyebut nama dari masyarakat yang ia temui untuk memvalidasi informasi yang ingin ia sampaikan. Cara ini, menurut Suko adalah hal biasa yang ditemukan dalam marketing sebagai salah satu rule of three.

“Cara ini menarik digunakan dalam politik untuk menjual informasi agar diterima dengan baik oleh audiens,” jelas Suko.

Sementara itu, Capres nomor urut 01 Anies Baswedan dinilai baik dalam mempraktikkan seni retorika dalam debat terakhir ini. Jika merujuk pada pandangan aristoteles soal seni retorika, maka Anies mampu menggunakan retorikanya untuk membangun narasi.

Suko melihat penggunaan berbagai silogisme untuk menerangkan solusi kerap dilakukan oleh Anies. Silogisme merupakan penarikan kesimpulan secara deduktif yang berisi dua pernyataan kemudian diikuti oleh kesimpulan.

“Misal dalam membahas mengenai budaya, Anies menggunakan silogisme seperti budaya itu penting (pernyataan 1), pembangunan berujung pada budaya (pernyataan 2), maka silogisme tersebut digunakan untuk menjelaskan gagasan Anies terhadap budaya,” papar Suko.

Sedangkan Capres nomor urut 03 Prabowo Subianto dengan latar belakang militernya, masih menggunakan gaya komunikasi layaknya orator. Ia cenderung fokus pada poin, dan mengabaikan cerita yang dibangun untuk menguatkan gagasannya.

“Ini menarik karena memudahkan audiens yang cenderung lebih mudah memahami informasi yang lugas dan tidak berbelit-belit,” sebut Suko.

Kendati demikian, Suko menilai jika gaya komunikasi yang dibangun oleh Prabowo yang tampak seperti one way communication layaknya seorang orator, seakan-akan mengabaikan dialektika di balik sebuah komunikasi. Sehingga, cerita dibalik gagasan yang disampaikan belum tampak kuat.

Namun secara keseluruhan, Suko menilai jika debat terkahir ini tampak lebih humanis, ramah, dan minim gesekan. Hal ini menurutnya bisa dipandang dalam dua sisi.

Pertama, baik untuk meredam gesekan politik menuju pemilihan. Kedua, justru menunjukkan jika para calon telah gagal menghadirkan debat yang berakar pada idealisme yang dibawa.

“Kekhawatiran akan blunder jauh lebih besar dibandingkan dengan ketakutan akan gagalnya penyampaian gagasan melalui debat. Semua main aman,” terang Suko.

Berita Terkait

Satu Lagi Mobil Dinas Sosial Tangsel Terpantau Tidak Bayar Pajak Sejak 2022
Proyek Kantor Kecamatan Gunungsindur Rp12 Miliar Disorot, Dinilai Tidak Transparan
Parkir Pasar Ciputat Dikelola Dua Wilayah, Kab Tangerang dan Kota Tangerang Selatan
Pilar Saga: Posyandu Tangsel Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Terpadu, Dorong Cegah Stunting hingga Perkuat Pelayanan Masyarakat
Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang
Bulan Bakti Pramuka 2026, Benyamin Perkenalkan Prasiaga sebagai Pondasi Generasi Unggul
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Informasi Publik Berbasis Digital, AI Helita Jadi Inovasi Unggulan
Marlyn Maisarah Perjuangkan 6.000 Unit BSPS untuk Warga Bogor, Ciseeng Kebagian 33 Rumah

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Satu Lagi Mobil Dinas Sosial Tangsel Terpantau Tidak Bayar Pajak Sejak 2022

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Proyek Kantor Kecamatan Gunungsindur Rp12 Miliar Disorot, Dinilai Tidak Transparan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Parkir Pasar Ciputat Dikelola Dua Wilayah, Kab Tangerang dan Kota Tangerang Selatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Pilar Saga: Posyandu Tangsel Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Terpadu, Dorong Cegah Stunting hingga Perkuat Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Bulan Bakti Pramuka 2026, Benyamin Perkenalkan Prasiaga sebagai Pondasi Generasi Unggul

Berita Terbaru