KanalNasional.com | Tim dari Kanal Media melakukan penelusuran langsung ke Taman Pemakaman Ranca Bulan yang berlokasi di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (25/7).
Menurut informasi lokasi ini menjadi tujuan peziarah dari luar Tangsel. Masyarakat percaya bahwa di tempat pemakaman ini terdapat makam keramat tokoh besar yang misterius. Namun, hingga kini nama-nama tokoh tersebut masih menjadi mitos yang belum terungkap.
Penelusuran langsung ke Taman Pemakaman Ranca Bulan untuk menggali informasi mengenai kebenaran isu ini. Ustadz Syahril, pengurus makam di TPBU Ranca Bulan, membenarkan bahwa warga Kampung Koceak Keranggan meyakini adanya makam tokoh besar di tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Informasi ini didasarkan pada keterangan sejumlah tokoh sejarawan Banten, termasuk Abuya Tohawi, adik dari ulama besar Abuya Uci Turtusi,” terang Syahril.
Meskipun banyak cerita yang beredar, Ustadz Syahril belum bersedia mengungkapkan identitas tokoh besar yang dimaksud. Salah satu versi menyebutkan bahwa rombongan Tubagus Buang dan Kiai Tapa terlibat dalam penyerangan pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa pada abad ke-18. Sementara versi lain mengaitkan tokoh-tokoh tersebut dengan Kerajaan Mataram pada abad ke-16 hingga ke-17.
Taman Pemakaman Ranca Bulan memiliki sekitar 15 batu nisan, namun sayangnya, nama-nama tokoh besar yang diyakini ada di sana tidak tertera pada batu nisan tersebut. Makam-makam ini kini telah dipagari dengan kawat besi berwarna hijau dan terus dirawat oleh pihak pengurus makam.
Terkait kondisi makam, Ustadz Syahril mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat cerita dari beberapa tokoh di Kampung Koceak yang menyatakan adanya banjir besar yang melanda Taman Pemakaman Ranca Bulan. Meskipun begitu, tempat makam tetap aman dari bencana tersebut.
Beberapa batu nisan yang saat ini terlihat dulunya terpendam dan ditemukan kembali saat penggalian. Hal ini menimbulkan spekulasi apakah letusan gunung Krakatau pada tahun 1800-an mungkin menyebabkan abu vulkanik menutup lokasi makam.
Meskipun banyak cerita rakyat yang menjadi mitos, pihak pengurus makam tetap berkomitmen dalam merawat dan memelihara Taman Pemakaman Ranca Bulan.
Namun, untuk mengungkap kebenaran tentang makam tokoh besar yang diyakini berada di sini, diperlukan penelitian lebih lanjut dari pihak berkompeten dalam bidang sejarah. Hingga saat ini, misteri di balik Taman Pemakaman Ranca Bulan masih terus menarik minat peziarah dan peneliti sejarah. (ym)















